Pages

google ads

Showing posts with label Mesin. Show all posts
Showing posts with label Mesin. Show all posts

Saturday, 12 August 2017

Kode rantai keteng motor

Rantai keteng
KODE:          MOTOR:
25-84           Yamaha crypton, Vega dan Jupiter(bukan z)
25H-82         Honda C-50, C-70
25H-84         Honda Grand, Supra, Prima, Win, C-800
25-H86         Honda C-90
25-H88         Honda Legenda, Supra fit, Kawasaki Kaze dan Blitz 110
25-H98         Honda CB-100, GL-100, GL-Max, Gl-125, CB-125
25H-100       Honda CB tua tahun 75 kebawah.
2005-88        Suzuki Smash
2005-92        Honda Karisma, Kirana, Suzuki Shogun 125
2005-100      Honda GL-Pro Neo-Tech, Mega Pro
2005-102      Honda Tiger
Catatan kode 2005, kode tersendiri dari PT FSCM

___

Wednesday, 13 February 2013

Bedah Mesin dan CVT Honda Scoopy Injeksi, Mirip BeAT FI


Sebelumnya telah dibahas lebih jelas perbedaan rangka New Honda Scoopy FI dengan pendahulunya yang masih mengusung karburator, ternyata banyak yang berbeda (klik di sini) . Tidak hanya desain rangka, dari sisi mesin dan penggerak CVT juga berbeda.

ÔÇ£Perlu diketahui kalau basic engine Scoopy FI sama persis dengan BeAT FI, sudah jelas beberapa komponen juga berbeda dengan Scoopy karburator,ÔÇØ buka Handy Hariko, Senior Manager Technical Training Departement Head, PT Astra Honda Motor (AHM).

Mulai dari kepala silinder, Scoopy karburator masih mengandalkan Secondary Air Supply System (SASS). Komponen ini umumnya dipakai pada sepeda motor berteknologi karburator. Fungsinya menyuntikkan oksigen ke jalur pembuangan, sehingga gas CO yang beracun sebagai sisa pembakaran akan berubah menjadi CO2 dan O2. Singkatnya agar gas pembuangan lebih ramah lingkungan.

Nah, karena Scoopy FI sudah mengusung injeksi bahan bakar, maka komponen SASS sudah tidak terpakai lagi. Sebagai gantinya, ada O2 sensor yang terdapat di samping lubang exhaust.
Injeksi step 4 lengkap dengan O2 sensor
Masih di cylinder head, perubahan juga terjadi pada noken as, Scoopy FI dilengkapi Automatic Decompression System (ADS) terbaru. Desain baru komponen ini juga terdapat di BeAT FI. 

Fungsinya membuat ringan ketika menghidupkan mesin saat pakai kick stater maupun elektrik stater. ADS bekerja dengan cara menekan klep buang saat langkah kompresi, sehingga klep buang terbuka sedikit dan kompresi mesin menjadi bocor sehingga proses menghidupkan mesin jadi lebih ringan, terang pria berkulit putih ini.

Karena desain ADS baru otomatis juga terjadi perubahan juga pada bentuk rocker arm atau pelatuk klep. Khusus komponen ini jadi sama persis dengan yang digunakan BeAT FI.

Selanjutnya pada bagian cylinder body atau blok silinder. Jumlah sirip pada blok juga semakin banyak dibanding Scoopy karburator, otomatis sistem pendingin yang masih mengandalkan kipas tidak terlalu berkerja keras. Mesin pun lebih adem.

Perbedaan lain juga terdapat pada sistem penggerak CVT. Scoopy FI menggabungkan beberapa kombinasi dari varian skutik pendahulunya yakni Scoopy karburator dan Vario CW. 
Ini juga untuk memudahkan, apabila spare part tidak tersedia masih bisa mensubtitusi dengan tipe yang lain, jelas pria yang berkantor di Sunter, Jakarta ini.

Bagian movable drive space atau rumah roller dan roller CVT pada Scoopy FI menggunakan komponen Honda Vario. Bisa dilihat dari kode part KVB yang tertera. Spesifikasinya, berat roller standar 13 gram. Komponen ini juga diterapkan di BeAT-Fi. 

Untuk komponen outer clucth dan driven pulley tidak ada perubahan, masih sama dengan Scoopy dan BeAT versi karburator. Kombinasi beberapa komponen diatas mengakibatkan perbedaan juga pada belt, dimensi lebar masih sama 18,5 mm namun untuk panjang sedikit lebih melar jadi 795 mm. 

Sumber : (motorplus-online.com) 

Wednesday, 29 December 2010

Lumasi Puli Skutik, Lebih Licin Lebih Lancar

Jakarta - Lancarnya sistem transmisi tentu membuat pengendaraan semakin nyaman. Tak hanya itu, konsumsi bahan bakar pun lebih optimal, karena hambatan tenaga dari mesin ke roda berkurang. Pada skutik ada beberapa bagian di transmisi CVT-nya yang perlu mendapat perawatan.

Terutama di bagian-bagian yang bergesekan seperti pada puli-puli dan belt. Tetapi ada lagi bagian yang di dalamnya terdapat peranti yang bergesekan dan memerlukan pelumas di bagian tersebut. Seperti di bagian slider di puli.

"Perawatannya dengan memberikan gemuk di bagian yang bergerak," tutur Santoso, dari bengkel Suzuki Meruya Ilir.


Bagian ini ada di balik kopling ganda alias ada pada puli sekunder. Slider ini akan bergeser pada daya sentrifugal tertentu, sehingga belt akan bergeser dan membuat rasio yang berubah untuk memberikan percepatan berbeda pada roda belakang.

Setelah dibuka, mulai dari rumah kopling dan kopling gandanya, akan tampak beberapa bagian, mulai puli, per CVT dan kopling gandanya (gbr.1). Setelah bagian itu terlepas semua, kemudian copot penutup slider dengan cara mengungkitnya (gbr.2).

Kemudian, copot pen pengunci menggunakan tang (gbr.3), lantas dilanjutkan dengan Setelah terlepas bagian tersebut dicuci dulu, menggunakan bensin atau cairan lain yang mampu merontokkan gemuk lawasnya (gbr.4).


Setelah bersih dan dikeringkan, pasang kembali pen pada kedua bagian puli tadi (gbr.5). Dilanjutkan dengan mengoleskan gemuk di celah yang ada, masukkan cukup gemuk ke dalamnya, lalu coba gerakkan bagian tersebut hingga terasa lancar (gbr.6). Terakhir pasang kembali penutup slider dengan menekannya masuk.

Nah, rangkai kembali bagian-bagian ini sehingga terpasang rapi kembali. Dengan gemuk baru, hambatan gerak pun jadi berkurang, bagian-bagian yang bergesekan pun akan lebih awet, karena gemuknya lebih bersih. (motorplus.otomotifnet.com)
Penulis : Ben | Editor : AZ | Fotografer : Ben

Thursday, 23 December 2010

Pilihan Paket Bore Up TVS, Tanpa Extreme Bikin Nendang!


Jakarta - Mau membore-up motor TVS (Apache RTR 160, Rockz 125 atau Neo 110 X3i)? Bisa! Gak perlu pusing. Karena sekarang beberapa bengkel siap melayani kebutuhan Anda, yup dalam kemasan paket. Soal harga, juga bervariatif, sesuai isi kantong.

Contoh RTR. “Bisa pasang piston Honda Tiger versi aftermarket berlabel NPR berdiameter 63,5 mm. Kapasitas ruang bakar jadi 167,4 cc. Lalu porting-polish, ganti koil racing merek Protec, naikin spuyer dan aplikasi knalpot freeflow SKR,” urai Choky, kepala mekanik Ultra Speed di Jl. H. Mencong No. 42 Ciledug, Tangerang

Begitu juga kata Adrian, bos Adrian Motor di Jl. Raya Jatiwaringin No. 251, Pd. Gede, Bekasi. “Selain aplikasi seher Tiger standar merek NPP, saya juga aplikasi CDI BRT, porting-polish dan pasang knalpot custom model freeflow. Gak ekstrem sih, tapi dijamin lebih nendang,” ungkapnya.

Lalu buat RockZ 125, Ujang, kepala mekanik Phoenix Custom yang ngepos di Jl. Raya Bekasi Timur No.2, Cipinang, Jaktim, andalkan piston Suzuki Thunder 125 diameter 58 mm (oversize 100) berlabel NPR.

“Kapasitas ruang bakar jadi 128,9 cc. Meski tidak heboh, tapi dijamin makin ngacir. Sebab ubahan lainnya adalah porting-polish, ganti knalpot freeflow dan aplikasi booster pengapian APS,” kekeh mekanik berpengalaman lebih dari 10 tahun ini.

Tak ketinggalan, untuk dongkrak performa TVS Neo X3i 110, Ujang juga lakukan hal sama. “Bedanya untuk motor tipe ini, saya aplikasi piston Kawasaki Blitz Joy diameter 56 mm merek NPR. Volume ruang bakarnya jadi 120,1 cc,” imbuhnya.

Sama halnya dilakukan Choky. Untuk memperbesar kapasitas ruang bakar Rockz 125, pria pengalaman lebih dari 3 tahun ini aplikasi seher Suzuki Thunder 125 oversize 150, berdiameter 58,5 mm berlabel NPR. Kapasitas mesin jadi 131,1 cc.



Nah bagi motormania pembesut produk TVS seperti disebut tadi yang berencana bore-up mesinnya, sebagai gambaran dan pertimbangan, bisa sambangi bengkel di atas.

Daftar Paket Bore-Up

Apache RTR
RockZ 125 Neo X3i 110
Ultra Speed
(021-93858080)
Bore-up 167,4 cc = Rp 1.060.000.

Isi paket: piston NPR 63,5 mm, porting-polish, spuyer, koil Protec, knalpot SKR. Pengerjaan 2 hari.
Bore-up 131,1 cc = Rp 1.250.000.

Isi paket: piston NPR 58,5 mm, porting-polish, spuyer, koil Protec, knalpot SKR, CDI racing. Pengerjaan 2 hari.
Bore-up 124,5 cc = Rp 1.320.000.

Isi paket:piston NPR 57 mm, porting-polish, spuyer, koil Protec, per kopling racing, knalpot SKR, CDI racing. Pengerjaan 2 hari.
Phoenix Custom
(0812-10116060)
Bore up 167,4 cc = Rp 1.685.000.

Isi Paket: piston NPR 63,5 mm, porting-polish, spuyer, APS booster, per kopling racing, knalpot freeflow stainless. Pengerjaan 3 hari.
Bore-up 131,1 cc = Rp 1.270.000.

Isi paket: piston NPR 58,5 mm, porting-polish, spuyer, APS booster, per kopling racing, knalpot free flow stainless. Pengerjaan 3 hari.
Bore-up 120,1 cc = Rp 1.235.000.

Isi paket:piston NPR 56 mm, porting-polish, spuyer, APS booster, per kopling racing, knalpot free flow stainless. Pengerjaan 3 hari.
Adrian Motor
(021-94268128)
Bore-up 167,4 cc = Rp 1.750.000.

Isi Paket: piston NPP 63,5 mm, porting-polish, spuyer, CDI BRT, knalpot free flow stainless. Pengerjaan 3 hari.
Bore-up 131,1 cc = Rp 950 ribu.

Isi paket: piston NPP 58,5 mm, porting-polish, spuyer, knalpot free flow stainless. Pengerjaan 3 hari.
Bore-up 120,1 cc = Rp 950 ribu.

Isi paket: piston NPR 56 mm, porting-polish, spuyer, knalpot free flow stainless. Pengerjaan 3 hari.
Catatan Diameter x langkah = 62 x 52,9 = 159,7 cc
Diameter x langkah = 57 x 48,8 = 124,5 cc
Diameter x langkah = 53,5 x 48,8 = 109,7 cc

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Friday, 17 December 2010

Upgrade Performa TVS RTR 160


Jakarta - Pencinta TVS Apache RTR 160 emang kian berjibun. Terbukti, tak sedikit pula yang menanyakan part performanya. Nah, makanya buat panduan, berikut ini kami bahas, beberapa komponen pendongkrak power yang bisa diaplikasi. Di antaranya koil Protec, busi Denso Iridium dan pilot jet berlabel Xtreme.

Demi membuktikan, kami uji pada besutan rilisan PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI) standar yang baru menempuh jarak 4.000 km dan alat tesnya mesin dynamometer DYNAmite milik bengkel Ultraspeed Racing (UR) di Jl. H. Mencong No. 42 Ciledug, Tangerang.

Kondisi standar, power maksimalnya 15,94 dk/7.782 rpm dan torsi puncak 15,02 Nm/7.070 rpm. Setelah aplikasi ketiga peranti di atas, jadi 16,87 dk/8.597 rpm dan torsi 15,60 Nm/7.000 rpm. Ini berari ada kenaikan tenaga 0,93 dk dan torsi 0,58 Nm.

Lumayan juga cuy! Budget yang dikeluarin juga terbilang ekonomis, Rp 315 ribu. Yang jelas masih andalkan part orisinalnya. Mau tahu apa saja ubahan yang dilakukan Freddy A. Gautama, bos UR ini? Mari..
Koil Protec

Guna dongkrak pengapian, Freddy aplikasi koil Protec yang didesain khusus untuk motor yang sudah mengusung otak pengapian TCI (Transistor Control Ignition). Harganya terjangkau, yakni Rp 210 ribu.

“Sistem pengapian RTR bukan mengusung sistem CDI, melainkan TCI. Produk aftermarket-nya belum banyak beredar di pasaran. Ya untuk saat ini saya baru mengandalkan peranti ini,” akunya.


Busi Denso Iridium bantu tingkatkan proses pembakaran lebih maksimal. Koil Protec dipercaya dongkrak pengapian

Busi Denso Iridium


Untuk meningkatakan letikan api di ruang bakar agar makin optimal, busi orisinal bawaan motor diganti Denso Iridium IU 24. Di pasaran bisa ditebus dengan dana kisaran Rp 80 – 90 ribu.

“Kelebihan busi ini elektrodanya lebih kecil, sehingga letikan bunga api lebih fokus serta apinya lebih besar dibanding busi standar. Ujungnya pembakaran meningkat dan tenaga pun akan bertambah,” imbuh Triyono, mekanik UR.

Pilot Jet

Berhubung pengapian di ruang bakar meningkat, ujungnya butuh suplai BBM lebih banyak agar pembakaran lebih optimal. Solusinya, pilot jet standar ukuran 15 diganti dengan ukuran 17,5 berlabel Xtreme. Ongkos tebusnya Rp 25 ribu. “Ukuran ini yang paling pas. Kalau dipasang dengan ukuran lebih besar lagi, campuran bensin malah kebasahan (terlalu banyak),” tutup Freddy. (motorplus.otomotifnet.com)



Hasil Dyno
Standar Upgrade
Kenaikan
Power
15,94 dk/7.782 rpm
16,87 dk/8.597 rpm
0,93 dk
Torsi 15,02 Nm/7.070 rpm
15,60 Nm/7.000 rpm
0,58 Nm

Part
Koil Protec Rp 210 ribu
Busi Denso Iridium
Rp 80 ribu
Pilot jet Rp 25 ribu
Total Rp 315 ribu


Sumber : ototips.otomotifnet.com

Thursday, 16 December 2010

Paket Bore-Up Bajaj Pulsar 180 & 200 DTS-i


Jakarta- Motor sport asal India ini memang punya daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Terutama dari segi tampilan. Makanya, wajar kalau Bajaj Pulsar, baik 180 maupun 200 DTS-i, masih punya kans tinggi untuk jadi pilihan bagi para penyuka motor jenis sport non-Jepang.

Apalagi kini untuk meng-upgrade performa dapur pacunya sudah lumayan banyak pilihan part-part-nya. Termasuk untuk memperbesar kapasitas silindernya alias bore up.

Malah beberapa bengkel ada yang menawarkan paket pembesaran volume silinder plus-plus. Maksudnya selain gedein cc, ada tambahan oprekan lainnya untuk memaksimal performa mesin.

Seperti yang ditawarkan MJ Motor (MJM) di Jl. Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Jaksel. “Paket yang kami tawarkan sudah termasuk setting karburator plus porting polish untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal,” terang Said, juragan MJM.

Pembesaran kapasitas mesin Pulsar, baik yang 180 maupun 200 cc ada beberapa pilihan. Mulai yang mengaplikasi piston Pulsar 200 (67 mm) di Pulsar 180, piston Yamaha Scorpio (71 mm) hingga produk aftermarket dengan diemeter mulai 67 – 74,5 mm.

Oh iya, baik Pulsar 180 maupun 200 mengusung langkah piston (stroke) yang sama, yakni 56,4 mm. Keduanya menganut konstruksi ruang bakar oversquare. Namun meski punya stroke sama, kedua motor tentu punya ketebalan liner silinder yang berbeda. “Untuk Pulsar 180, kalau dibore-up pakai piston Pulsar 200 tidak perlu sampai ganti liner. Tapi di atas itu, wajib ganti,” terangnya.

Sementara untuk Pulsar 200, lanjut Said, liner-nya masih mampu dijejali piston berdiameter 71 mm milik Scorpio. “Ketebalan liner-nya masih tersisa 1,5 mm kalau pakai piston ini (Scorpio std),” jelas Said. Kapasitas mesin yang akan didapat yakni 223,2 cc. Setara deh sama Scorpio.

Nah, untuk paket piston Scorpio itu, MJM pasang harga Rp 800 ribu buat Pulsar 200. Sementara untuk Pulsar 180, lantaran boring silinder mesti diganti, harganya lebih mahal Rp 300 ribu (jadi Rp 1,1 juta). “Boring-nya kami pakai punya mobil diesel. Lebih kuat dan tahan kompresi tinggi,” tukas Said.

Sedangkan bila ingin mengaplikasi piston aftermarket, MJM merekomendasikan produk LHK. “Piston LHK ini kontur kepala pistonnya sudah gak perlu dimodifikasi lagi. Tinggal pasang. Paling cuma perlu menyesuaikan pin pistonnya saja. Karena bawaan piston LHK pakai pin piston berdiameter 16 mm,” tambah Said.

Paling sering diaplikasi para Pulsarian (baik Pulsar 180 maupun 200), yakni yang berdiameter 73 mm. Kapasitas yang akan didapat adalah 235,9 cc. “Sebenarnya masih bisa sampai piston 74,5 mm (jadi 245,7 cc). Tapi kebanyakan pada milih yang 73 mm,” ujarnya.

Untuk paket piston LHK tersebut, MJM pasang harga Rp 1,3 juta. “Soalnya harga piston setnya saja sudah Rp 400 ribu sendiri. Semua paket tersebut sudah berikut porting polish dan rejetting karburator plus setting mesin sampai jadi. Pemilik motor terima beres,” ucap Said.

Kalau ingin hasilnya lebih maksi lagi, bisa ditambah ganti karburator pakai PE 28 custom dari Thailand yang sudah direamer jadi 32 mm. “Nyetting pakai karburator ini gampang dan hasilnya bikin tenaga mesin lebih keluar. Harganya Rp 950 ribu,” tutupnya.

Tertarik? (motorplus.otomotifnet.com)
Sumber : ototips.otomotifnet.com

Wednesday, 15 December 2010

Upgrade Performa Bajaj Pulsar 200 DTS-i


Jakarta - Kebanyakan pemakai Bajaj Pulsar 200 DTS-i, demen melakukan perjalanan jauh alias turing. Sehingga berbagai atribut turing kayak boks bagasi tambahan maupun aksesori penunjang lain lantas diaplikasi ke motor.

Tentu langkah itu bikin bobot motor makin bertambah. Sehingga berdampak terhadap kemampuan larinya. Nah, biar akselerasi motor tetap bisa ngacir, langkah yang paling banyak ditempuh para Pulsarmania adalah meng-upgrade performa dapur pacu.

Mulai dari sekadar pakai peranti pendongkrak tenaga plug and play (PnP), tune up (TU) hingga bore-up kapasitas silinder. Atau yang mengombinasi pemakaian part PnP dan TU. TU di sini tak melulu harus korek mesin. Bisa juga perbaikan kinerja beberapa sistem atau komponen yang dianggap kurang maksimal.

Contoh diterapkan Kiki Goestiawan, juraga Joery Motor (JM) di kawasan Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar pada beberapa Pulsar 200 konsumennya. Part PnP yang ia gunakan hanya berupa penggantian per klep dan per kopling pakai produk buatan Jepang yang di-custom ulang. Selebihnya tetap andalkan komponen standar. Tapi bisa mengerek horse power Pulsar 200 sekitar 2-3 dk dengan knalpot masih standar pabrik. Lo, kok bisa?


Kruk as dicenter ulang lantaran top-nya nongol 0,4 mm (kiri). Liner silinder mesti di-huning karena diameter bawah mengecil (kanan)

Tunggu dulu, ternyata selain kedua part PnP tadi, ada beberapa komponen bawaan motor yang ia perbaiki kinerjanya. Antara lain kruk as. “Kruk asnya mesti dicenter ulang. Karena setelah gue ukur-ukur, titik top-nya terlalu nongol 0,4 mm. Sehingga riskan menimbulkan knocking bila mesin panas. Dibawa jalan 100 km aja, dijamin performa atau lari motor langsung enggak enak,” terang Juki, sapaan akrab Kiki.

Tak cuma itu, liner silinder juga mesti di-huning ulang kata pria bertubuh tinggi besar ini. Karena ketika ia ukur menggunakan mikrometer, diameter liner atas dan bawah tidak sama. “Diameternya makin mengecil ke bawah. Ini yang membuat gerak piston jadi agak berat waktu suhu ruang bakarnya tinggi. Sehingga performa mesin otomatis drop,” jelasnya.


Per klep dan per kopling diganti produk Jepang yang sudah di-customringan
Untuk pemakaian harian, diameter liner silinder atas sampai bawah oleh Juki dibikin rata. Tapi untuk settingan turing, diameter bawah dibikin sedikit lebih gede dari atas. “Bentuknya jadi kayak cone. Soalnya dari beberapa kali riset, piston Pulsar 200 kalau sudah panas banget, bagian yang memuai paling banyak adalah bawahnya. Kalau boring-nya dibikin cone begitu, meski motor digeber lama pada putaran tinggi, gerak piston tetap lancar dan enteng,” tukas Juki.

Lalu, pinggiran kepala piston dipapas 0,4 mm. Lalu kemiringan skuisnya dibikin 12º – 13º. Langkah ini juga bertujuan untuk menghindari mesin mudah knocking waktu panas karena kompresi berubah tinggi. Nah, dari sederet item ubahan tadi, Juki kasih harga Rp 1,7 juta terima beres. “Soalnya mesti belah mesin untuk center kruk as,” bilangnya.

Sementara bila ingin full grade sampai porting saluran masuk-buang, papas head (kepala silinder) serta setting girboks untuk mengatasi persneling yang suka miss, JM pasang harga Rp 2,5 juta. Itu dengan janji kenaikkan horse power bisa jadi 22,5 dk (standar Pulsar 200 17,7 dk on engine). "Itu sudah termasuk rejetting karburator," tutupnya.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Upgrade Performa TVS NEO X3I


Jakarta - Yuk, kita bahas langkah-langkah upgrade TVS Neo X3i. Kali ini untuk menaikkan performa, tak banyak komponen yang disematkan. Lebih terkonsentrasi pada perbaikan aliran bahan bakar.

Tepatnya dari karbu, kepala silinder sampai knalpot. Tapi hasilnya tak mengecewakan, karena berdasarkan pengukuran pakai dynamometer DYNOmite milik bengkel Ultraspeed Racing di kawasan Ciledug, Tangerang, terjadi kenaikan tenaga 1,13 dk. Saat standar hanya 9,04 dk/7.300 rpm, menjadi 10,17 dk/8.319 rpm.

Sayang torsi puncak sedikit menurun, dari 9,92 Nm jadi 9,73 Nm. Namun karakternya tetap lebih bagus setelah dioprek, karena berdasarkan grafik hasil dyno, nafas di putaran atas terbaca jauh lebih panjang.

Oh iya, ubahan dilakukan oleh kolaborasi Bie Hau dan Aming dari bengkel Mandiri Maju Motor, di Jl. Joglo Raya No.230, Jakbar. Mau tahu detailnya? Yuk simak terus.

KEPALA SILINDER

Menurut Bie Hau, setelah diamati bentuk dan ukuran saluran masuk terlalu kecil dan panjang. Lantaran meskipun pakai klep in 25 mm, namun lubang masuk hanya 18,5 mm. Makanya mekanik yang biasa bikin motor drag ini mengoreksi pakai mata bor tuner. “Dibesarin jadi 20 mm, dan alurnya dibikin lebih lancar biar gas speed makin cepat,” urainya. Sedang lubang exhaust cuma dihalusin. “Diamaternya sudah pas.”


Saluran masuk di-porting & polish, karena standarnya terlalu kecil

KNALPOT

Pelepas gas buang mengandalkan tipe freeflow, tepatnya merek SKR. Karakter knalpot rancangan Misjaya ini memang plong dan mampu menyalurkan gas buang lebih cepat. Pada bagian leher, dibikin lurus dulu ke bawah, baru belok ke belakang. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan arah lubang buang yang memang lurus ke bawah.


Intake manifold pun tak luput dari mata pisau tuner

KARBURATOR

Menyesuaikan ubahan di sektor kepala silinder dan lancarnya gas buang, suplai bahan bakar mesti ditingkatkan. “Setelah dicoba, cukup pilot jet naik 2 tingkat dari 17,5 jadi 22,5, sedang main jet tetap standarnya,” terang Aming sambil bilang pilot jet sama dengan milik Suzuki Shogun.

Data performa :

Standar Upgrade
Kenaikan
Tenaga
9,04 dk/7.300 rpm 10,17 dk/8.319 rpm
1,13 dk
Torsi 9,92 Nm/8.400 rpm
9,73 Nm/6.156 rpm -0,19 Nm

Part dan Jasa :
Knalpot Rp 150.000
Spuyer + Jasa Rp 300.000
Total Rp 450.000

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Thursday, 2 December 2010

Tiga Langkah Terapkan Stroke-Up !



OTOMOTIFNET
- Untuk mendapatkan kapasitas silinder yang lebih besar lagi, biasanya selain mengaplikasi piston berdiameter gede, ditambah dengan memanjangkan langkah pistonnya. Makanya gak heran kalau dengar ada motor yang kapasitas mesinnya bisa 3 kali lipat lebih besar dari kapasitas standar.

Paling sering ditemui pembesaran kapasitas segede itu di Yamaha Mio. Skutik berlambang Garputala ini kapasitas mesin standarnya kan cuma 115 cc. Tapi bisa dibig-bore hingga 300 cc, bahkan sampai 350 cc. Weleh..weleh..!

Nah, guna mendapatkan kapasitas mesin sebesar itu tentu tak cukup hanya mengganti piston berdiameter gede. “Stroke-nya juga mesti naik banyak,” bilang Jessi Ligasiswanto, bos speed shop JP Racing yang beralamat di Jln. Cendrawasih No.6 E-F, Sawah Lama, Ciputat, Tangerang.

Pemanjangan langkah piston tersebut bisa dilakukan pakai 3 cara. Yakni menggeser lubang big end (pin kruk as) agak keluar, bisa juga cukup mengganti pen stroke pakai yang model offset atau sering disebut pen stroker. Atau mengaplikasi kruk as yang stroke-nya sudah naik.


Kalau enggan coak ruang kruk as di crank case bawaan mptor, bisa tebus crank case big bore custom jadi

Part yang disebut terakhir untuk Mio/Nouvo belakangan sudah mulai banyak di pasaran. Enggak tanggung-tanggung lo, ada yang stroke-upnya hingga 82 mm. Padahal stroke standar Mio cuma 57,9 mm. Artinya pemanjangan langkah pistonnya sampai 24,1 mm. Weekks...kok bisa?

Seperti bikinan lokal yang ada di gerai JP Racing. “Itu hasil modifikasi pakai kruk as motor lain yang diameter bandulnya lebih gede dari standar Mio. Diameter bandul mencapai 112 mm dan pakai setang seher K125,” bilang Coki, sapaan akrab Jessi sembari menyebutkan angka Rp 3 juta untuk part tersebut. Oooo..pantez!

Ada juga, lanjut Coki, buatan Taiwan dengan panjang stroke 76 dan 78 mm. Diameter bandulnya cuma 108 mm. “Kalau yang ini (made in Taiwan), gak ada las-lasan kayak yang buatan lokal tadi. Mirip kruk as standar, tapi diameter bandulnya gede. Khusus dirancang untuk Mio/Nouvo penganut big bore,” terangnya. Banderolnya sama, yaitu Rp 3 Juta.

Atau kalau mau lirik produk custom dari Jepang, bisa sambangi gerai MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX, Kota, Jakbar. “Panjang stroke mulai 7 mm, 8 mm sampai 9 mm. Tinggal pasang dan sudah dijamin presisi,” beber Marcel, punggawa MC Racing. Banderolnya mulai Rp 2,5 – 3,5 juta.

Namun syaratnya bila mengaplikasi kruk as stroke-up seperti ini, ruang kruk as di crank-case mesti diperbesar lantaran diameter bandul kruk as lebih gede dari standar bawaan pabrik. Atau kalau enggan repot, bisa tebus crank-case big bore jadi yang ruang kruk asnya sudah digedein. Banderolnya sekitar Rp 1.750.000.

“Selain itu paking blok silinder bawah mesti pakai yang tebal,” tambah Marcel. Boleh custom sendiri di tukang bubut pakai pelat aluminium, atau beli jadi. Harganya berkisar Rp 75 – 250 ribu tergantung tebalnya. Mulai yang 3 mm, 5 mm, 6 mm, 13 mm hingga 35 mm pun ada.
Tertarik?.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Wednesday, 24 November 2010

Upgrade Performa Suzuki Titan, Paket Hemat Napas Panjang

OTOMOTIFNET - Performa Suzuki Smash Titan 115 cc untuk jalanan harian tergolong mencukupi. Galak dari putaran bawah hingga menengah. Sehingga stop & go di antara kemacetan tak kerepotan, apalagi ditambah handling ringan serta bodi ramping.

Nah biar performa makin mantap, kitiran menengah ke atas mesti dibikin lebih berisi juga. Sehingga jika ketemu jalanan panjang, atau saat akan menyalip kendaraan gandeng, nafas mesin tak habis di tengah-tengah.

Gimana caranya? Gampang, sudah ada kok yang menyiapkan paket hemat upgrade performa. Disiapkan oleh Muhamad Supriyadi, mekanik bengkel Ultraspeed Racing, yang beralamat di Jl. H. Mencong No. 42 Ciledug, Tangerang.


Ring piston diganti, kompresi lebih padat

Knalpot pakai model freeflow, aliran gas buang jadi lancar

Karburator di reamer, biar udara yang masuk lebih banyak

Cukup bermodal Rp 665 ribu, ‘besutan Sule’ ini tenaganya bisa didongkrak hingga 1,62 dk. Dalam kondisi standar tenaga terbaca hanya 9,29 dk/6.943 rpm, setelah dioprek-oprek menjadi 10,91 dk/8.323 rpm. Sedang torsi tetap hanya 10,42 Nm.

Membaca grafiknya, pada kondisi standar tenaga maksimal sudah terpacai di kitiran mesin menengah (6.943 rpm). Nah setelah dikulik, baru tercapai di 8.323 rpm. Artinya nafas mesin jadi jauh lebih panjang.

Mau tahu apa saja isi paket hematnya? Nah silakan simak terus, dan ini juga sekaligus menjawab pertanyaan rekan Mr. Testo, baik lewat email (mr.testo10@gmail.com) atau facebook (Tester Otomotif).

Silinder

Ubahan mekanik biasa disapa Choki ini hanya plug & play. Yaitu mengganti ring piston berkemampuan lebih bagus. “Biar kompresi lebih padat,” terangnya. Sehingga ledakan di ruang bakar makin kuat, tenaga yang tercipta pun makin besar.

Kepala Silinder
Tak ada part yang diganti, hanya dilakukan penyetelan ulang. Tepatnya di bagian celah klep. In dibikin 0,13 mm, sedang ex pakai 0,10 mm. “In dibikin lebih longgar biar mesin cepat teriak,” papar mekanik muda ini.

Pengapian
Diperbesar dengan menukar koil. “Pilih yang pakai ground strap, apinya lebih besar,” lanjut Choki.

Knalpot
Pelepas gas buang diganti model freeflow, sehingga aliran makin lancar. Tenaga pun makin terdongkrak.

Karburator
Mengalami ubahan cukup besar. Langkah pertama venturi direamer hingga 20 mm, lalu skep pakai milik Suzuki Tornado. Tujuannya agar debit udara yang bisa masuk makin banyak.

Bagian lain yang diubah klip jarum skep. Agar pasokan bensin makin banyak, menyesuaikan permintaan mesin, klip ditaruh pada posisi nomor 1 (paling bawah). Lalu setelan angin ketemu hanya satu putaran. Sedang spuyer tetap standar.

Part dan jasa



Ring piston Protec
70.000


Reamer Karburator
150.000


Knalpot SKR
150.000


Koil Protec
180.000


Jasa + Dynotest
115.000


Total
665.000


Data performa




Standar
Upgrade
Kenaikan
Tenaga 9,29 dk / 6.943 rpm 10,91 Nm / 8.323 rpm 1,62 Dk
Torsi
10,42 dk / 6.943 rpm 10,42 Nm / 6.829 rpm 0 Nm
Ultraspeed Racing
021-7313886



Sumber : ototips.otomotifnet.com

Tuesday, 16 November 2010

Mix And Match Part Performa Yamaha V-Ixion

OTOMOTIFNET - Meningkatkan performa Yamaha V-Ixion agar makin beringas, bisa dengan mengombinasikan beberapa part racing (mix & match) yang ada di pasaran. Kali ini kami padukan dua komponen, yaitu bagian pembuangan dan suplai bensin.

Biar tahu kombinasi yang pas, dilakukan pengukuran performa dengan dynamometer Sport Devices milik PT Global Motorindo di kawasan Galur, Senen, Jakpus. Motor yang digunakan dalam kondisi standar. Bahan bakar Pertamax. Oh iya, V-Ixion kondisi standar terukur 13,1 dk/8.412 rpm dan 11,56 Nm/7.408 rpm.

Bagian pembuangan dipilih merek Stanlee. Lantaran berdasarkan pengukuran sebelumnya (komparasi), punya karakter rata di semua putaran, juga harga terjangkau (Rp 600 ribu).

Sedang suplai bahan bakar dimanipulasi menggunakan piggyback buatan Koso, yang sebenarnya masih prototype. Alat ini akan beredar awal 2011. Untuk lebih lengkapnya silakan simak halaman 20.

Kombinasi pertama knalpot Stanlee dengan setingan bensin pada posisi paling miskin. Hasilnya tenaga menjadi 13,8 dk/9.331 rpm torsi 11,96 Nm/7.415. Namun dari grafik terbaca pada putaran bawah baik torsi maupun tenaga terlihat lambat naik. “Lantaran terlalu kering,” terang Teddy Cong, yang mengoperasikan dynamometer.

Kombinasi kedua coba suplai bahan bakar diperkaya, dengan memutar knop piggyback ke kanan satu tingkat. Hasilnya tenaga kembali naik jadi 14 dk di kitiran 9.103 rpm, torsinya menjadi 12,1 Nm/7.380. Tenaga naik 0,9 dk, torsi 0,54 Nm.


Piggyback digunakan untuk memanipulasi suplai bensin

Knalpot Stanlee, karakter merata dari bawah sampai atas

Dari grafik hasil dyno, terlihat jika dari bawah sampai atas lebih baik dibanding kombinasi pertama maupun saat standar. Dan performa maksimal tercapai pada putaran yang lebih rendah, berarti akselerasi makin cepat.

Kombinasi ketiga, suplai bensin kembali dinaikkan satu step. Hasilnya ternyata malah terjadi penurunan tenaga maupun torsi. Yaitu 13,8 dk/9.061 rpm, torsi 11,86 Nm/7.428 rpm.

Dilihat dari grafiknya pada putaran bawah sampai menengah lumayan bagus, hanya di atas menurun. Hal ini terjadi lantaran bensin yang dikucurkan terlalu banyak.

Kesimpulan
Kombinasi antara knalpot aftermarket dan piggyback bisa meningkatkan performa mesin, dengan catatan suplai bensin tak terlalu kaya maupun miskin. Pada percobaan kali ini, kombinasi paling pas untuk knalpot Stanlee dengan klik ke-2.


Sumber : ototips.otomotifnet.com

Thursday, 11 November 2010

Upgrade Performa Minerva R 150 VX

OTOMOTIFNET - Secara penampilan, Minerva R 150 VX memang sangat sporti. Tak heran jika meraih gelar Best Design di ajang OTOMOTIF Award 2010 (Mr. Testo). Namun secara performa, bagi sebagian penggunanya dianggap masih kurang mantap.

Seperti diungkap Dede dari Bali, katanya larinya kurang kenceng. Ada juga yang mengeluh akselerasi lambat. Padahal menurut hasil tes Mr. Testo lumayan lo, bisa tembus 125 km/jam. Tapi yah, namanya beda rider, pasti beda hasilnya.

Untuk mengobati kekurangpuasan pemakai motor sport 150 cc ini, Mr. Testo coba memberi referensi. Ubahan-ubahan yang bisa dilakukan untuk mendongkrak performanya. Oh iya, kali ini enggak terlalu ekstrem, cukup plug and play.

Nah jika belum puas, bisa dilanjutkan pada ubahan yang lebih advance. Tentu pada edisi-edisi yang akan datang. Makanya pantengin terus tabloid kesayangan Anda ini. Karena kami siap mengantarkan Anda menjadi motormania yang cerdas sekaligus bangga dengan besutan kesayangannya.

Dalam kondisi standar, motor buatan PT Minerva Motor Indonesia (MMI) ini mampu memproduksi tenaga sebesar 13,64 dk/8.374 rpm, torsi 12,84 Nm/6.022 rpm. Pengukuran menggunakan dynamometer DYNAmite milik bengkel Ultra Speed di Jl. H. Mencong, Ciledug, Tangerang.

Setelah dilakukan ubahan oleh Bie Hau, dari bengkel Samudera Jaya Motor yang baru saja pindah ke Jl. Joglo Raya No.230, Jakbar dan diukur ulang, tenaga meningkat menjadi 13,82 dk/8.138 rpm, torsi 13,83 Nm/6.294 rpm.

Terjadi kenaikan tenaga 0,18 dk, sedang torsi 0,99 Nm. Secara angka memang tak terlalu besar. Namun tarikan awal jadi makin mantap, ketika dicoba jadi gampang untuk melakukan wheelie.

Nafas mesin juga terasa lebih panjang, karena terbaca powerband makin luas. Jika standarnya setelah peak power di 8.374 rpm performa langsung turun, setelah dioprek tenaga masih tetap flat hingga 10 ribuan rpm.

Penasaran dengan ubahan yang menghabiskan dana satu jutaan ini? Silakan disimak terus, oh iya tulisan ini sekaligus menjawab pertanyaan dari rekan Mr. Testo, baik lewat email (mr.testo10@gmail.com) atau facebook (Tester Otomotif).


Knalpot freeflow buatan Stanlee, selain performa yahud, penampilan juga ciamik

Koil mengandalkan Protec tipe ground strap, api lebih besar

Per kopling pakai yang lebih kenyal sehingga tak selip lagi

Spuyer naik 2 step untuk mengimbangi knalpot freeflow dan pengapian yang membesar

Knalpot
Menurut Bie Hau, pelepas gas buang bawaan motor terlalu besar hambatannya, sehingga kenaikan putaran mesin (rpm) jadi lambat. Makanya ganti freeflow bikinan Stanlee. “Leher dibikin dari pipa 28 mm, lalu di silencer 38 mm, desainnya dibuat tetap ada turbulensi agar torsi di putaran bawah meningkat, sedang atasnya tetap jalan,” terangnya.

Pengapian
Mendongkrak pengapian, hanya koil yang diganti dengan yang berkemampuan lebih baik. Efeknya tentu saja pembakaran makin bagus. “Mendongkrak performa terutama di putaran bawah,” lanjut mekanik yang sering mengerjakan motor drag ini.

Spuyer
Pembuangan makin lancar, pengapian pun membesar. Untuk mengimbanginya suplai bahan bakar diperbanyak. “Namun cukup pilot jet saja yang naik 2 step jadi 42,” paparnya. Oh iya, bentuknya sama dengan spuyer Honda GL.

Kopling
Satu hal yang terasa saat standar, kopling agak selip. Setelah dianalisa salah satu penyebabnya per kopling terlalu lembek, terasa dari tendangan handel kopling yang lembut. “Memperbaikinya, per diganti lebih kenyal, diameter ulir lebih besar dan jarak antar per renggang,” tutup Bie Hau.

Part dan jasa


Knalpot Stanlee 600.000

Koil Protec 230.000

Per kopling G-force 150.000

Spuyer 150.000

Jasa 75.000

Total 1.080.000

Data performa Standar Upgrade Kenaikan
Tenaga 13,64 dk / 8.374 rpm 13,82 dk / 8.138 rpm 0,18 dk
Torsi 12,64 Nm / 6.022 rpm 13,83 Nm / 6.296 0,99 Nm
Samudera Jaya Motor (SJM) 0816-1976566 / 021-95078288


Sumber : ototips.otomotifnet.com

Tuesday, 9 November 2010

Bore-Up Yamaha V-Ixion? Lebih Hemat Pilih Paket

OTOMOTIFNET - Untuk melakukan pembengkakan kapasitas me­sin, tentu seperti umum­nya motor lain, piston dengan diameter lebih besar bisa dilakukan. Pada Yamaha V-Ixion pun demikian, "Mengganti piston lebih besar pasti meningkatkan tenaga mesin," ujar Juffry Willar dari Mitra2000.

Buat tunggangan yang masih dipakai sehari-hari, tentu ada batasan toleransi agar masih enak digunakan dan nyaman, tentu tidak merepotkan penggunanya. "Bisa menggunakan diameter piston paling besar 61 mm," tuturnya.

Namun, menurutnya, paling ideal sih menggunakan piston diameter 60 mm. "Ada paketnya, komplet set, untuk bore-up V-Ixion," kata Juffry lagi. Seperti paket yang tersedia di gerai Mitra2000 salah satunya.

Sebenarnya paket bore-up ini disiapkan untuk Yamaha Jupiter MX, “Tetapi karena sama persis dengan V-Ixion bisa dipakai juga buat V-Ixion,” ujar Juffry.




Radiator V-Ixion tak perlu ada perubahan

Kampas kopling diganti jika perlu

Oli tetep sama, hanya waktu ganti lebih dekat
Apa saja yang terdapat pada paket itu? Juffry pun menuturkan dengan cukup lengkap. Mulai dari piston dan ring pistonnya, kemudian ada juga pen piston serta blok silinder, tak kurang, gasket pun disediakan juga dalam satu paket ini.

Jadi, sistemnya sama dengan plug n play saja. Tinggal pasang langsung bisa dinyalakan tunggangannya. Untuk paket ini, dilego dengan harga Rp 797 ribu, komplet set! Jika ingin langsung dipasang, tinggal tambah ongkos pasang saja Rp 400 ribu.

Dengan memasang paket bore-up ini, kapasitas mesin pun melonjak jadi 166 cc, cukup jauh bukan? Otomatis tenaganya pun semakin galak. Apalagi, jika dipasangkan knalpot free flow agar saluran gas buang semakin lancar, sesuai dengan gas yang terbakar dalam ruang bakar yang semakin melimpah.

"Knalpot ini (TDR, red) dijual dengan harga Rp 930 ribu," ungkap Juffry. Tetapi, tentu pilihan knalpot lainnya pun bisa diraih dari gerai-gerai aksesori yang menjual knalpot untuk Yamaha V-Ixion.

Ada lagi, peranti yang mungkin perlu diganti baru, yaitu kampas kopling, agar tenaga dari mesin yang meningkat ini bisa tersalurkan dengan baik ke roda belakang. Namun, jika dirasa masih bisa mengimbangi kemampuan mesinnya, kopling ini tak perlu diganti baru.

Lantas, apa sih perlakuan yang perlu diperhatikan penggunanya, ketika tunggangan sudah menambah kapasitas mesin seperti pada V-Ixion ini? "Tentu soal pelumas mesin, sebaiknya lebih cepat diganti, misal jika biasanya diganti sekitar 1.500 km, maka sekarang tiap 1.000 km saja diganti olinya," jelasnya.

Alasannya, dengan kapasitas mesin lebih besar, ruang bakar pun bertambah volumenya, sehingga panas yang dihasilkan dalam ruang bakar pun semakin tinggi, karena itu, penggunaan oli pun menjadi lebih banyak, karena suhunya meningkat.

"Karena mesinnya lebih panas dari biasanya, kalau sudah bore-up," jelasnya. Lalu, bagaimana dengan sistem pendinginan mesinnya? "Radiator dan air radiator tak perlu perlakuan khusus, tetap seperti semula saja," katanya.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Wednesday, 17 February 2010

Atasi Gigi Sentrik Suzuki Smash Rompal, Cangkok Punya GL-100

OTOMOTIFNET - Kalo pake celana kegedean, pasti gak enak, melorot melulu. Gitu juga di motor, jika keteng (cam chain) kendor, justru bikin tarikan gak enak plus menimbulkan suara berisik. Selain itu, siap-siap keluar budget ekstra untuk beli spare-part.

Gbr 1

Gbr 2

Bisa gitu, pemicunya karena motor (lagi-lagi) kurang perawatan. “Kalo dibiarkan akan merambat ke kruk as dan timing sprocket alias gigi sentrik belakang lama-lama rontok,” urai Nasrudin Kamil dari Ondol’s Selatan Motor (OSM). “Apalagi kalo mesin udah bore-up dan naik stroke, kinerjanya lebih berat lagi.”

Nah, menurut Kamil, kalau sudah rompal atau rontok, kudu siapkan dana lebih untuk mengganti kruk as dengan harga yang mencapai Rp 400 ribu lebih dan itu belum termasuk komponen lainnya. Busyet, mahal banget, biayanya!

Iya! Karena gigi sentrik Si Gesit Irit itu sudah nempel jadi satu dengan kruk as di sebelah kiri (gbr.1), tepatnya ada di bak kiri mesin yang terhalang magnet atau sepul pengapian saat membuka bak kiri mesin. Jadi mesti diganti sepaket.


Gbr 3

Gbr 4

“Beda dengan merek lain, kayak generasi Honda Supra X atau Yamaha. Kalo timing sprocket rontok bisa diganti sprocketnya saja. Eh, tapi Smash atau Shogun SP bisa juga dibuat kayak motor lain dan awalnya harus turun mesin,” ujar pria bermarkas di daerah Kostrad, Arteri Pondok Indah, Jaksel.

Trus, gimana dong? Tenang! M. Yusuf mekanik bengkel umum, Semangat Putra Motor (SPM), Purwokerto, memberi solusi dengan biaya murah. “Pengganti sprocketnya pake keluaran Honda GL 100 (gbr.2). Paling keluar duit sekitar Rp 350 ribu dan untuk ke depannya lebih tahan lama,” ujar mekanik yang banyak akal ini.

Untuk mengetahuinya, pertama buka bodi kiri dengan obeng (+), terus copot baut persneling dengan kunci ring 10. Setelah itu, lepas semua baut bak kiri mesin dengan kunci T-8 (gbr.3) dan copot baut pengikat magnet dengan kunci sok 17 (gbr.4).


Gbr 5

gbr 6
Lalu siapkan treker untuk mengeluarkan magnet atau sepul (gbr.5). Jangan lupa, bawahnya diberikan wadah penampung oli mesin, biar gak berceceran. “Kalo alat pembuka magnet gak punya, cukup diintip dari luar, akan terlihat komponen tadi,” tambah Yusuf.

Gimana rompal gak? Kalo iya, segera ganti dan harus turun mesin atau belah mesin. Sedang pemasangan gigi sentrik berikut kruk as tentu harus diserahkan ke tukang bubut, agar gir rantai keteng bisa dimasukkan (gbr.6). “Apabila terjadi rontok lagi akibat pemakaian, cukup dicabut aja girnya,” tutup Yusuf.

Okelah kalo begitu!

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Monday, 8 February 2010

Aturan Piston Untuk Mesin Bore-up

OTOMOTIFNET - Menambah performa tunggangan dengan cara menaikkan kapasitas silinder masih jadi cara most wanted bagi speedgoers. Melakukan proses boring-up itu perlu komponen pengganti macam piston, ring dan pin.

Agar proses bore-up tak berbiaya tinggi dan awet, perlu juga riset seputar pemilihan seher. “Butuh kecermatan tinggi dalam memilih komponen piston yang sesuai,” tutur Miekeel dari MC Racing di Jl. Kebon Jeruk, Jakbar.

PILIH DIAMETER YANG SESUAI

Diameter piston motor bermain di kisaran 52-56 mm. Dinding liner (boring) yang tersisa, biasanya juga cukup tebal sehingga penggantian diameter piston yang lebih besar masih sanggup.

Contoh Piston Kawasaki Kaze ZX130 yang berdiameter 53 mm, masih bisa dijejali piston Kaze Blitz Joy 125 atau Piston Honda Sonic 125 berdiameter 56 mm.


Kualitas OEM hingga aftermarket tersedia di pasar

Lakukan riset yang akurat agar biaya tak membengkak

Pemilihan komponen yang pas bisa bikin mesin awet

Tanpa harus modifikasi crankcase, kapasitas kontan naik jadi 145 cc. Enaknya lagi, karena pin piston sama-sama 13 mm, penggantian bak overhaul biasa.

Namun, bila piston pengganti tak tersedia dari pabrikan yang sama, sudah banyak yang punya substitusinya.

MC Racing dan JP Racing merupakan suplier piston yang cukup lengkap. Dari merek Hi-Speed, LHK, RRGS, BRT hingga genuine parts Yamaha dan Honda tersedia lengkap. Perhitungan bore-up tak hanya mengukur diameter piston saja. Diameter pin piston dan jarak dari center pin piston ke top piston juga harus dipertimbangkan.

Apalagi kalau proyeknya masih seputaran bore-up harian yang enggan melakukan banyak rombakan. Kenali dulu data penting dari mesin tunggangan kesayangan agar pemilihan komponen tidak salah. Semisal Yamaha Mio dan Nouvo yang mengaplikasi pin piston 14 mm, bisa memakai piston Suzuki Shogun dan sebagainya.

Sementara Kawasaki dan Honda bebek memanfaatkan pin 13 mm. Ada lagi pin piston berdiameter 15 dan 16 mm. Untuk aplikasi harian, usahakan pemilihan piston yang hanya merombak diameter boring. Selebihnya upayakan piston aftermarket yang punya pin piston sama dengan bawaan motor.

Maksudnya jelas, agar hasil rombakan bisa awet dan tak mengubah konstruksi keseluruhan mesin.

“Kecuali mau main ekstrem, pin piston dan tinggi center pin ke top bisa divariasi karena nantinya bisa menyesuaikan sama adaptor blok dan stroker pin,” jelas Mariasan Kocex dari JP Racing di Bintaro.

Pilihan diameter piston aftermarket dari 58,5 mm hingga 73 mm. Bahkan, bagi yang mau kualitas piston kelas pabrikan, bisa adopsi piston asli moge Yamaha atau special engine Honda yang banderolnya bisa mencapai Rp 1,5 juta per buah.

Sementara piston aftermarket asal Thailand biasa dibanderol Rp 350-375 ribu (lengkap, ring dan pin piston).

Table piston untuk Bore-Up
Pin piston 13 mm (diameter 56-66 mm)
Kawasaki Kaze-R, Blitz-R, ZX130, Honda Sonic, Vario, Beat
Pin piston 14 mm (diameter 59 - 65,5 mm)
Suzuki Smash,Shogun,Spin,Skywave,Skydrive,Thunder 125
Pin piston 15mm (diameter 57-73 mm)
Yamaha Mio/Nuovo,Honda CBR150,Tiger/Mega-Pro,Kawasaki KLX150
Pin piston 16mm (diameter 64-73)
Yamaha Scorpio

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Tuesday, 26 January 2010

Upgrade Performa Honda Tiger, Tenaga Dahsyat Tapi Hemat!

OTOMOTIFNET - Honda Tiger merupakan salah satu motor sport legendaris di Indonesia, beredar sejak akhir 1993. Mesin dan sasis tergolong andal untuk pemakaian harian atau turing keluar kota. Meski begitu, ada saja yang penasaran ingin mengupgrade performanya.

Seperti disampaikan salah satu pembaca ke email Mr. Testo (mr.testo10@gmail.com). “Apa saja sih yang bisa dilakukan agar si Macan makin mengaum? Namun dengan dana pelajar alias ekonomis,” tanyanya.

Mendapat tantangan seperti itu, Mr. Testo hunting ke klub Tiger, mencari tahu bengkel yang biasa mengupgrade Tiger. Di klub JTC (Jakarta Tiger Club) oleh beberapa anggota disarankan ke bengkel Nero Speed di Purwokerto.

Lho kok jauh amat? “Meski jauh, yang punya tak segan menyambangi konsumen yang ada di luar kota,” papar M. Reza Jarub, anggota JTC, yang kebetulan motornya juga digarap di bengkel milik Agustinus Purwanto itu.

Seperti apa ubahan yang dilakukan mekanik biasa disapa Agus ini? Sehingga saat dites dynometer Dyno jet tipe 250i milik Sportisi Motorsport, didapat tenaga sebesar 15,35 dk, meningkat dibanding standarnya di kisaran 14 dk. Tenaga sebesar itu cukup untuk harian maupun ke luar kota.

Tak ditemukan komponen aftermarket, knalpot dan pengapian pun masih standar. Makanya biayanya pun hemat di kantong, dibuat model paket cukup Rp 750 ribu! Ingin tahu apa saja yang digarap? Yuk disimak bersama.

Piston

Satu-satunya komponen yang ‘pinjam’ dari motor lain. Agar ledakan di ruang bakar lebih dahsyat, kompresi dinaikkan, pakai piston Honda GL Pro Neotech/Mega Pro. “Pakai piston ini tinggal pasang, hanya di bagian coakan klep diperdalam 1 mm, agar tak benturan sama klep,” papar mekanik umur 29 tahun ini.


Kepala silinder diporting dan polish agar aliran bahan bakar lebih lancar dan terarah

Cegah slip, perkopling cukup di tambah ring 2mm

Kepala Silinder

Pada saluran masuk dan buang diporting dan polish. Lalu sitting klep dibubut sedikit dan diatur ulang sudutnya. Bos klep juga kena papas bor tuner. “Tujuannya agar aliran bahan bakar dan udara yang mau masuk ke ruang bakar lebih lancar dan terarah, juga sisa pembakarannya,” jelasnya.

Noken As

Salah satu kuncian tenaga motor 4 tak ada di noken as. Waktu membuka dan menutup klep masuk maupun buang, akan mempengaruhi karakter tenaga yang dihasilkan. Komponen aftermarket untuk Tiger masih jarang, jika pun ada hasilnya belum tentu sesuai harapan.

Makanya mekanik ramah ini melakukan riset sendiri dari noken as standar. Untuk harian bagian bebas cukup dibubut 1 mm, durasinya 266º dihitung saat klep mengangkat 1 mm dengan setelan 0,1 mm.


Meningkatkan kompresi pakai piston honda megapro

Noken as di bubut 1 mm dan durasinya 266 derajat

Karburator

Menyesuaikan aliran dan sedotan ke ruang bakar yang meningkat, komponen pengabut bahan bakar dan udara ini juga harus disesuaikan. Tak perlu diganti, hanya venturinya perlu direamer jadi 28 mm, dari yang standarnya 26 mm, sehingga jumlah udara yang masuk bisa lebih banyak.


Karbu venturinya direamer jadi 28mm

Tak lupa spuyer disetting sesuai kemauan mesin. “Paling pilot jet naik satu step jadi 40, kalau main jet cukup standar,” ujar mekanik yang memang spesialis Honda Tiger ini.

Kopling

Agar tenaga yang dihimpun tak mubazir lantaran terjadi selip kopling, maka perlu diantisipasi. Tak perlu per kopling racing, “Cukup pakai kampas kopling asli dan menambah ring setebal 2 mm pada per koplingnya, dijamin tenaga tersalur sempurna ke roda belakang,” lanjut mekanik yang bengkelnya ada di Jl. Jatisari No 21A, Sumampir, Purwokerto ini.

Data Performa
Standar Upgrade Kenaikan
Tenaga 14,19 dk/7.500 rpm 15,35 dk/8.500 rpm 1,16 dk


Sumber : ototips.otomotifnet.com