Pages

google ads

Showing posts with label Karburator. Show all posts
Showing posts with label Karburator. Show all posts

Monday, 13 January 2014

Kenali Fungsi Main Jet dan Pilot Jet di Karburator

Kenali Fungsi Main Jet dan Pilot Jet di Karburator

Jakarta - Penasaran dengan karburator, terutama soal utak-atik angka yang pas buat pilot ataupun main jet? Enggak usah bingung-bingung soal urusan tersebut.

Ada yang bisa dijadikan patokan atau penanda, pilot jet atau main jet yang satuan ukurnya kudu diubah. Tentunya agar didapat setingan campuran bahan bakar dan udara yang pas sehingga penyempurnakan proses pembakaran di ruang bakar.

Memang sudah sering dibahas, tapi kalau belum tahu lebih baik kenalan dulu dengan fungsi pilot dan main jet. Pilot jet itu memiliki fungsi mengalirkan bahan bakar, dari mesin dalam posisi stasioner sampai rpm menengah. Ada penanda yang bisa dipakai sebagai acuan bagi pengguna Keihin PE28, ketika setingan pilot jet belum sesuai. 

“Saat gas dibuka, seperti ada jeda. Itu bisa jadi penanda, bahwa ukuran pilot jet masih kekecilan,” kata Agus dari bengkel balap Padepokan di Depok.

Lain cerita kalau ukuran pilot jetnya terlalu besar dari setingan semestinya. Suara yang keluar saat gas ditarik adalah seperti bunyi karburator tanpa filter udara atau seperti orang sedang mendengkur.

Ruang bakar dapat suplai bahan bakar dari main jet di putaran tengah - atas (gambar kiri). Putaran mesin bawah sampai tengah disuplai pilot jet.
Bagaimana bila ukuran main jetnya yang kebesaran atau kekecilan? Sebelum membahas hal tersebut, perlu diketahui terlebih dahulu fungsi main jet adalah untuk menyuplai bahan bakar saat putaran mesin menengah sampai atas.

Bila ukuran main jet yang dipasang kekecilan, maka efek terhadap mesin seperti tarikan nafas yang pendek-pendek. Sementara kalau terlalu besar, sangat terasa kalau ketemu trek panjang.

Pasalnya saat motor digas pol, tenaganya seperti nanggung dan mengambang. Atau dengan kata lain, motor seperti enggak ketemu peak power-nya.

Walau namanya sama main dan pilot jet, tapi ternyata ada perbedaan bentuk. Sehingga masing-masing karburator, bisa enggak sama part jeroannya.(motor.otomotifnet.com) 

Sunday, 29 December 2013

Deteksi Karburator Vakum Suzuki Skydrive Ngadat

Deteksi Karburator Vakum Suzuki Skydrive Ngadat

Jakarta - Enggak ada angin dan enggak ada hujan, mesin Suzuki Skydrive ogah hidup. Mau distarter pakai double stater berulang-ulang, atau diengkol hasilnya sama saja mesin stay cool alias enggak mau nyala.

Tutup tangki dibuka dan bahan bakar masih ada. Busi dicopot, letikan apinya masih bisa jadi pemicu proses pembakaran. Ada apa gerangan?

“Umur pakai biasanya membuat perangkat pendukung karburator yang notabene model vakum, jadi pemicu enggannya mesin menyala,” kata Muamar mekanik bengkel umum ER di Ciledug, Tangsel.

Lebih lanjut mekanik yang akrab disapa Ateng itu bilang, ada 4 hal yang jadi pemicu hal tersebut. Coba perhatikan, siapa tahu memang salah satu part pendukung karburator vakumnya bermasalah. 

1. Karet membran pada skep karburator vakum sobek, bisa jadi bikin mesin ogah hidup

2. Standar operasional prosedur (SOP) yang salah saat melakukan servis, bisa membuat slang karet vakum robek. Akibatnya bahan bakar ogah turun ke karburator

3. Karburator vakum juga ada keran pengaturnya. Nah umur pakai yang membuat bagian ini bermasalah. Urusan umur pakai, juga berlaku pada slang-slang yang menempel di perangkat ini

4. Lagi-lagi soal karet, tapi kali ini karet intake manifold. Panas mesin yang membuat karet tersebut lama kelamaan getas dan bocor. (motor.otomotifnet,com) 

Wednesday, 11 December 2013

Deteksi Penyebab Karburator Banjir, Cek Empat Bagian Ini

Deteksi Penyebab Karburator Banjir, Cek Empat Bagian Ini

Jakarta - Evans Hadi bingung begitu mendapati karburator motor pacuannya banjir. Bukan banjir karena hujan bro, tapi di karburator terdapat rembesan bensin, malah sampai menetes lewat slang pembuangan segala loh. "Padahal sebelumnya sehat-sehat saja nih motor, kenapa ya?" bingung Hadi.

Kejadian seperti ini bisa menimpa siapa saja bro, mesin sih tetap berfungsi normal tapi bensin terus mengucur dan terbuang sia-sia tuh. Menurut Agvendi Hassan, mekanik dari XO Motoshop, penyebabnya karena usia pakai, kelalaian dan kualitas bahan bakar yang kurang baik.

"Contoh kelalaian seperti setelah membuka baut pembuangan, pas pasang lagi kurang kencang, jadi bensin tetap menetes terus," katanya. Nah, kalo brother mengalami kejadian karburator bajir, bisa cek empat bagian ini.
Sil mangkuk karburator biasanya gepeng karena terjepit atau sudah mengeras. Akibatnya, sil yang harusnya lentur dan menyekat jadi kaku dan bensin di mangkuk karburator akan merembes keluar. Solusinya, ganti sil dengan beli repair kit.

Pelampung karburator biasanya kurang pas sewaktu pemasangan setelah servis. Ketika pasang mangkuk karburator asal nutup, gak tahunya pelampung kejepit dan gak bisa naik untuk menutup saluran bensin, netes deh tuh.

Needle Valve atau bahasa awamnya jarum pelampung, bagian ujung yang berupa karet sudah aus dan bentuk runcingnya tidak rata bisa jadi penyebab. Jarum ini bertugas menyumpal lubang saluran bensin ketika pelampung naik karena volume bensin di mangkuk karburator meningkat. "Kalau karetnya sudah aus bensin tetap akan mengalir masuk ke mangkuk karburator, jadinya banjir," tutur mekanik ramah ini.

Kotoran dari kualitas bensin yang buruk akan menyumbat jalur needle valve dan gak bisa tertutup sempurna. Solusinya cukup bersihkan pakai carburator cleaner dan semprot dengan angin bertekanan. (motor.otomotifnet.com) 

Wednesday, 24 April 2013

Mengenal Saluran Pernapasan Karburator, Biar Tidak Tercekik

Bagi para pemakai motor yang masih mengandalkan karburator untuk supply bahan bakar, seharusnya tahu lubang-lubang yang ada pada komponen pengabut bahan bakar dan udara tersebut. Jadi, jika ada trouble alias masalah, langsung ketemu jalan keluarnya.

Di karburator, ada satu lubang yang berfungsi untuk menjaga tekanan udara di dalam floating chamber atau ruang bahan bakar. Saluran itu terhubung dengan udara luar, sehingga tekanan yang ada di dalam ruang pelampung pun sama dengan tekanan udara luar. So, macam saluran pernapasan.

Dengan tekanan dalam yang sama dengan udara luar, menjadikan bahan bakar lancar mengalir ke dalam ruang bakar. Proses pengabutan, jadi tak tersendat yang mengakibatkan engine seperti mau mati.

Akan tetapi, bisa menjadi masalah saat saluran tersebut tersumbat atau tertutup. Akibatnya, udara luar tidak bisa terhubung dengan ruangan dalam karburator.

“Jika saluran itu sampai tertutup, akan menyebabkan ruang dalam karburator yang berisi bahan bakar menjadi vakum,” buka Sukma Tjatur, salah satu instruktur di VEDC Malang, Jawa Timur.

Jika sampai vakum, akan berakibat bahan bakar tidak akan bisa tertarik secara sempurna. Sehingga, kinerja mesin akan terganggu.


Untuk itu, biasanya saluran ini dihubungkan dengan slang. Jadi, bisa terhindar dari kotoran maupun air yang bisa masuk ke dalam ruang karburator. Slang itu fungsinya vital, maka kita juga harus selalu menjaga kondisinya dari kotoran yang disebabkan oleh debu, oli maupun air hujan. Bahkan, air ketika kita mencuci motor. (motorplus-online.com)


Tuesday, 4 October 2011

Butuh Perlakuan Lebih Menjaga Intake Karbu Berfungsi Sempurna


 
 

 Salah pasang karet mudah robek
Untuk menjaga intake agar tetap berfungsi sempurna, jangan sembarang memperlakukannnya. Karena bisa dibilang fungsi alat ini cukup vital buat menunjang kinerja karburator. Maka itu, ada beberapa perlakuan yang kudu diperhatikan. Malah bisa dikatakan perlakuan simpel !

Lepas-pasang karburator ke intake? Salah perlakuan bisa bikin karet intake robek. Ketika dipasang, baiknya masukan dulu ke karet filter. Setelah itu, baru masukan venturi ke karet intake. Begitu juga ketika melepas. Tarik karbu ke arah filter, baru deh keluarkan dari intake. Perlakuan ini, karena karet filter lebih elastis.

Pemakaian klem karet intake variasi juga bisa bikin karet jadi cepat aus. Dengan catatan, klem itu tidak sesuai kebutuhan. Ya, klem lebih lebar dari seharusnya. Ini bisa bikin karet mudah pecah di bibir terluar. Klem standar seperti milik Honda BeAT atau Vario, terdapat lubang.

 Klem karet intake variasi sesuai(kiri). Pakai lem khusus karet jika bocor(kanan).
Keadaan darurat, tidak ada salahnya nambal karet intake yang robek. Tapi menambalnya kudu pakai lem yang bisa senyawa dengan karet. Misalnya, pakai lem silikon buat aquarium. Bisa juga pakai lem yang memang diperuntukkan lapisan karet. Jangan pakai lem besi ya!  

Sumber : motorplus-online.com

Kebiasaan Pemula Urus Karburator



 
Pemilik motor pemula yang baru ngeh mesin, biasanya suka enggak tahan kalau melihat karburator masih dalam kondisi standar. Komponen di luar dan di dalam maunya dikulik, katanya biar tarikan tambah yahud. Padahal kalau salah pasang apalagi nggak tahu sistem kerja masing-masing part yang ada di dalam, kemungkinan besar banyak bensin terbuang percuma. Bahkan tenaga motor cenderung menurun.

Makanya buat yang mau tahu jangan sesekali mengubah posisi klip di jarum skep, sekrup setelan udara atau mengganti ukuran spuyer. Bila salah posisi, kucuran bensin dan debit udara pasti jadi enggak imbang. Efeknya motor jadi susah hidup, langsam nggak normal hingga sering mbrebet akibat kekeringan atau kelebihan gas bakar.

Untuk motor standar yang perlu diperhatikan adalah memastikan tidak ada debu atau kerak di lubang aliran bensin-udara berikut spuyernya. Itu aja, Bro!   

Sumber : motorplus-online.com

Ganti Repair Kit, Kembalikan Performa Karburator


 
Selain berkendara benar dan perawatan berkala, ada cara lebih sip atasi bahan bakar minyak (BBM) nggak gampang boros. Yakni, ganti komponen repair kit karburator. Apalagi jika kit di karburator sudah pada longgar atau bocor. Bensin gampang terbuang keluar atau aliran gas bakar ke ruang bakar tidak terkontrol.

Penggantian repair kit sendiri meliputi spuyer, nozel, jarum skep, karet sil bak karbu, O-ring tutup skep, O-ring sekrup udara dan O-ring manifold. Meskipun saat beli di toko onderdil seharga Rp 25 ribu untuk produk imitasi, dan Rp 100 ribuan buat part asli, semua yang didapat sudah komplet.

Penggantian spuyer, nozel dan jarum skep ditujukan untuk atasi gas bakar berlebih. Hal ini disebabkan ketiga kit itu memang sering bergesek. Tapi, bila O-ring skep dan O-ring manifold bocor, akan banyak udara yang masuk daripada bensin. Sebaliknya bila O-ring sekrup udara dan O-ring bak karbu bocor, bensin di bak mudah merembes.      


Sumber : motorplus-online.com

Ragam Penyesuaian Intake Matik Ketika Pakai Karbu Besar




Papas pakai bor tuner
Ketika mengadopsi karburator berventuri lebih besar, tentu butuh penyesuaian di intake agar kinerja karbu sempurna. Tidak semua karburator aftermarket bisa langsung masuk ke intake standar. Misal, karbu vakum standar ingin pakai karbu konvensional Keihin PE 28 mm.

"Kalau Yamaha Mio sih bisa langsung pasang. Tetapi kalau matik Honda, butuh perbesar karet intake,” ungkap Kaper, mekanik JP Racing di Jl. Cendrawasih, No. 6E-F, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang.

Jangankan 28 mm, karet intake Honda BeAT dijejali karbu Mikuni 24 pun agak sulit masuk. Nah, cara memperbesar diameter karet bisa dilakukan lewat mengkikisnya pakai bor tunner hingga 2 mm.

Bisa potong dan tambah
Penyesuaian lain juga harus dilakukan ketika pakai karbu gambot. Itu berlaku di semua intake skubek yang kerap dipakai balap. Misalkan Yamaha Mio atau Honda BeAT. Penyesuaian ini ada di dudukan intake ke kepala silinder.

"Bagian bawah intake biasanya di­tambah adaptor atau dilas babet untuk tambah panjang. Kalau pakai adaptor, ketebalannya hanya sekitar 10 mm atau 1 cm,” kata Kaper lagi. Tujuannya ditambah adaptor agar intake bertambah tinggi. Lewat langkah ini, mangkuk karbu jadi tidak mentok crankcase.

 Tonjolan mesti dipapas kalau pakai karbu aftermarket
Buat di Yamaha Mio, memang karet intake tidak perlu diperbesar lagi. Malah, ketika pakai karbu Keihin PE 24 atau Mikuni 24 mm, karet intake pun agak sedikit longgar. Solusinya mudah. Cukup kencangkan klem hingga benar menutup seluruh celah. So, tak ada kebocoran.

Begitunya ada yang perlu sobat lakukan juga sebelum pasang karburator gambot itu. Karet intake Mio terdapat tonjolan di permukaan luarnya. Bagian ini, kudu dipapas rata agar venturi karbu bisa dipasang sempurna. Papasnya bisa pakai bor tunner.

 Pakai karbu RX-King nggak perlu ganti intake
Pemilik Honda Vario atau BeAT juga punya pilihan aplikasi karbu. Buat sesuaikan kebutuhan dapur pacu yang sudah bore up, bisa juga lirik karburator Yamaha RX-King. Diameter venturi 26 mm, tergolong pas jika bore up hanya sebatas 125 - 130 cc. Juga enggak terlalu boros ketimbang pakai PE 28.

Tidak perlu beli karet intake lagi, tapi cukup memperbesar karet intake sekitar 2 mm. Toh, ketika ingin pakai karbu standar lagi pun masih tetap bisa kok. Cukup mengencangkan setelan baut klem-nya aja.  


Sumber : motorplus-online.com

Pasang Intake Variasi, Sesuaikan Arah Lubang Intake



 

 Arah intake tergantung kebutuhan
Untuk memudahkan pemakaian karburator aftermarket, tak sedikit produsen part racing menyediakan intake. Alhasil, kreasi tunner jadi tak terbatasi. Sebab peranti ini kini bisa tinggal comot dan sesuai kebutuhannya.

Meski makin gampang, tetap ada yang kudu diperhatikan. Enggak asal comot. Apalagi kalau sobat perhatikan, intake aftermarket di pasaran tersedia beragam model. Termasuk arah atau posisi pasang karbu. Yup! Ada hadap depan, belakang, kiri atau kanan.

“Pilih sesuai dengan bentuk atau arah lubang porting klep isap. Caranya, mana yang lebih langsung mengarah ke klep,” saran Adi Kurniawan dari Kembar Racing di Jl. M Saidi, No. 4, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.

Tujuan pilih intake agar campuran bahan bakar dan udara mengalir tanpa membentur dinding porting. Sehingga proses pembakaran di ruang bakar menjadi lebih sempurna.

Selain arah, tersedia juga intake yang bisa membuat kemiringan karburator menjadi sedikit landai. Seolah karbu model skep dibuat macam karburator down draft. Itu lho, karbu yang lubang venturinya langsung ke lubang porting.

"Intake macam ini biasanya membuat aliran atau debit gas bakar dari karbu lebih cepat sampai ke lubang porting,” tambah tunner 35 tahun ini. Hanya saja ketika mengaplikasi intake model ini, tentu butuh penyesuaian. Karena kemiringan bahan bakar di mangkuk karbu ikut miring.

“Penyesuaian di bagian pelampung. Pelampung dibuat lebih turun agar volume bahan bakar di karbu lebih banyak,” wantinya. dan dengan lebih banyak bensin di karbu, jadi enggak khawatir kekurangan pasokan jika motor terus dipacu.

Saran Adi, kondisi pelampung juga jangan dibuat terlalu turun. Takutnya malah bikin banjir   
 
 
Sumber : motorplus-online.com

Melepas Karburator, Pisah atau Jadi Satu Dengan Intake?


Melepas Karburator, Pisah atau Jadi Satu Dengan Intake?

 
 

 Risiko lebih kecil lepas karbu dari leher angsa
Ketika lakukan servis berkala, fakta yang sempat dilihat MOTOR Plus ada dua versi perlakuan mekanik saat bongkar karburator. Ada yang lepas leher angsa berikut karburator dengan membuka 2 baut di dekat lubang silinder head. Juga ada yang bongkar komponen vital ini tanpa intake, tentu dengan melepas 2 mur-baut. Dengan kata lain, ada mekanik yang copot karbu terpisah atau jadi satu.

Jadi pertanyaan, apakah kedua cara itu dihalalkan khususnya buat mekanik umum atau resmi. Mengingat kondisi itu benar-benar terjadi. “Keduanya ada risiko kalau gak sesuai aturan. Namun, aturan yang benar adalah membiarkan lepas karbu dari intake manifold,” kata Reiner Sitorus, Technical Service Manager PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Lanjut Reiner, melepas karburator dari leher angsa memang agak susah. Karena posisi baut pengikat karbu ke leher angsa beberapa tipe motor memang sulit dijangkau. Langkah paling mudah dan efesien, lepas karbu berikut leher angsa.

Persoalannya, mekanik kudu hati-hati saat melepas baut penyambung komponen pengkabut dengan leher angsa atau yang ke silinder blok. Begitu juga waktu memasang. Posisi yang rada susah dijangkau tanpa sadar membuat posisi baut antara karbu dan leher angsa miring.

“Kalau belum pas tapi baut sudah dikencangkan. Keseringan, lubang baut di intake dan di blok bisa dol. Itu yang jadi penyebab kebocoran udara dari luar,” timpal Endro Sutarno, Instruktur dari Astra Honda Training Center (AHTC).

Menurut Endro bukan karena salah melepas karbu dari intake manifold, tapi waktu pemasangan yang salah. Bagusnya dipaskan dulu baut penyambung leher angsa dan karbu sebelum dikencangkan.

Risiko kejadian dol lubang baut di intake manifold bisa cepat diatasi. Tinggal ganti baut sedikit lebih besar dari standar. Sebelum diganti bisa ditap ulang.  

Seandainya memilih cara kedua, yakni dengan melepas baut intake dari blok silin­der dan karburator plus intake manifold tetap mempunyai risiko rugi lebih yang tinggi. Andai mengalami dol, lubang baut di blok silinder, ya tetap merugi juga.

 Kurang awas bisa bikin dol lubang baut di blok silinder
Memang gampang melepas baut intake yang ada di blok silinder. Posisinya enggak ngumpet seperti halnya baut sambungan antara leher angsa dengan karburator. Karena dianggap gampang, mekanik sering memilih melepas intake dari blok silinder. Tapi saat mengencangkannya tanpa perkiraan langsung kunci digerakkan seenaknya.  

"Biasanya terjadi overtorque alias kelebihan momen waktu pengencangan. Kalau lubang baut di blok sudah dol, ber­arti jauh lebih besar lagi kerugian yang bakal diterima pemilik motor. Biaya yang mesti dikeluarkan juga jadi lebih besar,” beber Slamet, instruktur Yamaha Enginering School (YES), Jakarta.

Jadi, semua pabrikan motor di Indonesia lebih sepakat dengan aturan yang benar jika mau servis karburator harus melepas intake manifold. Risikonya dipastikan tidak jauh lebih kecil dibanding langsung melepas baut intake dari blok silinder. Begitu!  


Sumber : motorplus-online.com

Lacak Penyebab Karburator Sulit Langsam!

Lacak Penyebab Karburator Sulit Langsam!

 
 

Gasingan mesin boleh dan bisa disebut normal kalau  rpm idel nggak terlalu rendah juga ketinggian. Sehingga saat motor akan dijalankan, mesin nggak gampang mati atau maunya ngibrit lantaran putarannya kelewat tinggi. Jelas ini berbahaya buat motor matik yang nggak pakai kopling.

Makanya untuk mendapatkan putaran mesin langsam yang ideal, rasio campuran udara dan bahan bakar tepat jadi kunci penentu utama. Sebab jika terlalu basah, biasanya mesin sulit hidup karena bensin banjir. Gas bakar pun sulit dipatik oleh api busi.

Sebaliknya jika terlampau irit atau lebih banyak udara daripada bensin. Putaran mesin maunya tinggi dan sulit diseting pelan, meskipun sekrup setelan stationer sudah ada di posisi paling rendah. Bahkan aliran bensin dari tangki lewat slang tidak ada kendala.

“Putaran mesin tinggi dikarenakan ruang bakar butuh pasokan bensin yang pas, bukan udara berlebih. Cuma karena memang minim, hisapan piston saat ke TMB (Titik Mati Bawah) memaksa hingga menyebabkan putarannya makin tinggi. Itu sebabnya kenapa mesin sulit dibikin langsam,” ujar Hendra Surya, chip instruktur sekolah mekanik HMTC alias Hartomo Mechanical Training Centre cabang Surabaya.

Adapun sebab-musabab mesin sulit dibikin langsam, menurut analisis Hendra dikarenakan banyak faktor. Tentunya selama aliran bensin dari tangki lancar alias tidak tersendat. Sebab kalau aliran bensin dari tangki saja sudah nggak lancar, mesin bagaimana mau hidup normal.


 Coba semprotkan cairan ke intake
Komponen pertama yang harus dicek bila mesin sulit langsam adalah setelan sekrup stationer. Jika posisi piston skep sudah mentok tapi idel masih juga tinggi, pastikan bensin di bak karbu tak kurang akibat setelan pelampung terlalu irit.

“Pastikan juga spuyer pilot-jet di dalam bak tidak tersumbat kotoran atau banyak timbunan kerak. Pasalnya peranti ini penentu putaran mesin rendah sebelum diambil alih spuyer main-jet untuk rpm atas. Kalau tersumbat, langsamnya juga susah,” timpal Hari Novrianto mekanik Harry Motor dari Pondok Kopi.

Itu kalau masalahnya ada di karburator. Jika tidak, artinya ada bagian komponen lain yang mesti dilacak untuk cari masalahnya. Bisa dianalisis dari bagian komponen yang berhubungan dengan karbu dan ruang bakar.

Yang biasa terjadi kalau intake manifold atau komponen penghubung antara karburator dengan lubang inlet terjadi kebocoran. Sehingga rasio gas bakar sedikit terganggu karena ada udara palsu mennyelinap ke ruang bakar.

Memang agak sulit mengendus adanya kebocoran di sambungan intake manifold. Apalagi dengan mata telanjang. Sebab tidak ada tanda atau warna yang bisa dijadikan sebagai indikator.


 Pastikan pilot-jet tidak tersumbat sebab rpm naik
“Biasanya mekanik mendeteksinya dengan cara menyemprotkan cairan karburator cleaner ke sambungan intake saat mesin hidup. Kalau putaran mesin terdengar turun, artinya intake manifold mengalami kebocoran dan minta segera diperbaiki,” imbuh Hendra dari Jl. Jagir Wonokromo, No. 100, Komp. Ruko Mangga Dua, Blok. AA1/1, Surabaya.

Selain sambungan di intake, penyebab lainnya bisa juga dari kebocoran kompresi. Biasanya paking head tidak menapak dengan baik, terjepit, robek atau lem sudah tidak kuat merekat. Sehingga mudah terjadi kebocaran. Kalau benar seperti itu, biasanya mesin bukan cuma sulit diajak langsam lagi, tapi juga sudah kehilangan tenaga.

Yuk dilacak kalau begitu

 Sumber : motorplus-online.com




Friday, 31 December 2010

Aplikasi Karburator Suzuki Satria FU di Thunder 125, Ampuh Tingkatkan Performa


Tangerang - Performa Suzuki Thunder 125 terbilang cukup lah buat dipakai beraktivitas. Meski menurut beberapa mekanik, ada beberapa kendala yang kerap menyerang motor sport pabrikan berlambang S ini.

“Skep karburator gampang baret. Waktu masih kerja di bengkel Suzuki, beberapa kali saya ketemu masalah tersebut. Bisa jadi lantaran kurang perawatan,” aku Muhamad Supriyadi, mekanik Ultraspeed di kawasan Jl. Mencong, Tangerang.

Tapi ada segelintir anggapan bahwa kualitas bahan karbu Thunder 125 (Mikuni BS26SS) agak melempem. Tidak seperti pengabut bahan bakar dari keluarga Suzuki lainnya.

Makanya kata Choki (panggilan akrab Supriyadi), tak jarang pemilik Thunder menggantinya pakai karburator Satria FU, Mikuni BS26-187 (gbr.1).

“Selain diameter venturinya sama, karburator Satria FU lebih awet jeroannya dan bisa ningkatin performa mesin. Saya sudah pernah menerapkannya di motor konsumen,” tukas Choki.

Apalagi, lanjut pria peranakan Jakarta-Jawa ini, pemasangannya tinggal plug and play alias tidak perlu mengubah apa-apa.

Paling hanya perlu menyesuaikan ukuran spuyer (gbr.2). Untuk mesin standar, pilot jet sebaiknya pakai ukuran 15 (standar Satria FU: 12,5). Sementara main jet pakai ukuran 105 atau 110.

“Selain itu, bila tetap pakai dudukan selongsong kabel choke bawaan karbu FU, kabelnya agak dipendekin sedikit,” terang Choki.

Yuk, mending kita langsung buktikan saja ucapan Choki. Yakni dengan mengukur perubahan performa mesin lewat mesin dyno milik Ultraspeed (Dynomite buatan Amerika).

Bahan praktiknya di Thunder 125 standar keluaran 2006 yang sudah menempuh jarak 43 ribu km. Power maksimum standar motor itu terukur sebesar 9,739 dk/9.459 rpm. Sedang torsi puncaknya 8,515 Nm/6.554 rpm (lihat hasil dyno gbr.3)

Setelah mengukur performa standar, karburatornya lalu diganti pakai punya Satria FU. Namun saat pengukuran, pilot jetnya tetap menggunakan ukuran 12,5. Sedang main jet pakai 105. Putaran sekrup udaranya standar (1 3/4 putaran membuka).

Hasilnya, tenaga maksimum terkerek jadi 10,02 dk/9.857 rpm (naik 0,281 dk). Sedang torsi puncak naik jadi 8,637 Nm/6.603 rpm (naik0,122 Nm).

“Kayaknya masih bisa lebih besar lagi. Karena ketika hasil pembakaran pada busi (gbr.4) dicek, kelihatan masih agak kering. Kalau pilot jet dinaikkan 1 step lagi (jadi 15), saya yakin peak power dan torsinya bisa lebih tinggi lagi,” tutup Choki.

Tertarik?

Data Hasil Pengujian Dyno
Kondisi Max power Max torque
Karbu STD 9,739 dk/9.459 rpm
8,515 Nm/6.554 rpm
Karbu Satria FU 10,02 dk/9.857 rpm 8,637 Nm/6.603 rpm

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Tuesday, 28 December 2010

Aplikasi Karburator Suzuki Satria FU DI Yamaha Nouvo Z

OTOMOTIFNET - Ada seorang pembaca yang mengeluh soal performa dapur pacu Yamaha Nouvo Z miliknya yang bermasalah. Yakni tarikan motor terasa lambat dan ada gejala mbrebet. Kecurigaan Adhe, sumber masalah datang dari sistem auto choke di karburator yang tidak bekerja dengan baik.

“Saya sempat tanya ke mekanik, katanya Nouvo Z memang ada kelemahan di karburator lantaran menganut sistem cuk otomatis. Beberapa temannya menyarankan untuk mengganti karburator pakai punya Suzuki Satria FU. Apa positif dan negatif penggantian karburator tersebut?” tanya Ade via email.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Oh iya, perlu diketahui terlebih dulu bahwa karburator standar Nouvo Z adalah Mikuni BS25 dengan sistem cuk otomatis. Sementara punya Satria FU adalah Mikuni BS26 dengan sistem cuk model tarik pakai kabel.

Nah, menurut Maman Sugiman, kepala instruktur Hartomo Mechanical Training Center (HMTC) Depok, Jabar, umumnya penggantian karburator berdiamter venturi lebih gede dari standar, bisa memperbaiki atau menambah performa mesin. “Dengan catatan, settingan yang dilakukan pada karburator pengganti itu tepat. Seperti ukuran spuyer, setelan angin dan sebagainya,” terang Boim, sapaan akrabnya.

Namun biasanya penggantian karburator, apalagi yang konstruksinya berlainan kayak punya Satria FU (meski sama-sama tipe BS), butuh ubahan yang tidak sedikit. “Bisa sih bisa, tapi mesti ada beberapa hal yang mesti disesuikan. Antara lain kalau ingin mengaktifkan choke manualnya, mesti tambah mekanisme penarik choke (gbr.1) kayak di Nouvo model lama (Sporty),” ujar Boim.

Selain itu, lantaran diameter luar venturi karburator yang menuju karet intake manifold milik Satria FU lebih besar 3 mm (gbr.2) dari karbu standar (34 mm), maka mau tidak mau mesti memangkas (bubut) sedikit diameter luar venturi tersebut atau menipiskan sedikit diameter dalam karet intake (gbr.3).

Belum cukup sampai di situ, setelah karburator terpasang, giliran memikirkan posisi kabel gas yang terpasang pada karburator. Punya Satria FU, posisi kabel gas pada karburator letaknya di atas sebelah kanan. Sementara bawaan Nouvo/Nouvo Z adanya di samping kiri.

“Kalau pakai karbu Satria FU, mau tak mau mesti cari kabel gas yang ujungnya pakai pipa bengkok (gbr.4). Atau bisa juga diakali pakai selongsong kabel choke punya Nouvo/Nouvo Z sendiri. Itu pun cover dek tengah atas harus dilepas bila tak ingin kabel gas mentok. Agak repot memang,” tukas pria asli Kuningan, Jabar ini.

Masih kata Boim, paling gampang dan tidak butuh ubahan banyak lebih baik pakai saja karbutor Nouvo yang lama (Sporty)."Paling cuma nambah kabel choke dan mekanisme penariknya. Bisa juga choke-nya dinonaktifkan, tapi biar mesin mudah hidup waktu dingin, pilot jetnya ganti yang lebih gede 1 step," tutup pria kelahiran 1982 ini.

Hayo pilih mana?

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Friday, 10 December 2010

Rawat Kabel Choke, Biar Bebas Dari Brebet

OTOMOTIFNET - Choke, meski sering kami bahas, tapi tetap aja masih ada motormania yang dibuat ribet gara-gara peranti itu. “Akibat mekanisme cuk bermasalah, saya pernah terlambat masuk kantor dan diomelin bos,” keluh Rachmat, pembesut Honda Tiger 2006.

Problem itu terjadi akibat kurang perawatan. Alhasil, saat difungsikan (dibuka), ogah balik, sehingga mesin pun brebet-brebet. “Padahal biasanya enggak gitu, lo. Malah jarang pakai cuk, distarter langsung mau,” sambungnya. Nah, justru karena itu, Bro! Kelamaan gak difungsikan, ditambah sekarang lagi musim hujan, bukan mustahil peranti itu ngadat alias macet (gerak maju mundur kabel bajanya enggak lancar). Awalnya memang sepele, tapi ngeselin, kan?

Terbukti, setelah pulang kerja dan dicek sendiri, ternyata di dalam rumah kabel cuk banyak karatnya. Namun setelah semua dibersihkan pakai cairan penetran atau anti karat, choke berfungsi normal kembali. Nah, bagi Anda yang ogah mengalami ini, sebaiknya lakukan perawatan dan antisipasi dini. Caranya gampang, kok. Tahapannya, silakan ikuti langkah yang dilakukan Rachmat buat merawat/membersihkan kabel choke di Tiger-nya.

Oh ya, jangan lupa perkakasnya, ya. “Cuma perlu mempersiapkan obeng kembang dan cairan penyemprot anti karat yang bisa ditebus kisaran Rp 25-30 ribu,” ujar pria yang mengaku jarang menengok peranti tersebut.



Pertama buka dua baut pengikat panel lampu bagian kiri (rumah kabel cuk bagian atas) pakai obeng kembang (gbr.1), lanjutkan melepas kabel cuk dari dudukannya. Lalu semprot rumah kabel cuk dari atas, pakai semprotan anti karat (gbr.2).

“Lakukan berulang kali, hingga kotoran/karat yang ada di dalam rumah kabel cuk rontok. Bisa dilihat dari ujung selongsong kabel gas bagian bawah, dekat karbu (gbr.3),” anjur pria umur 26 tahun ini.



Kalau cairan yang turun sudah berwarna bening (bersih) berarti kemungkinan besar karat sudah luruh semua. Lanjutkan dengan memberi pelumas/oli dari lubang atas rumah kabel gas (gbr.4), agar saat kabel ditarik ulur makin lancar.

“Terakhir, biar kinerja komponen kabel choke tambah optimal, per-nya yang terhubung dengan throttle/katup kupu-kupu karburator (gbr.5), disemprot sekalian. Sehingga kotoran yang menempel pada per juga lepas,” tutupnya.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Saturday, 4 December 2010

Substitusi Spuyer Yamaha Scorpio Z, Harus Jajal Dulu!

OTOMOTINET - Salah satu problem yang sering dikeluhkan pemilik Yamaha Scorpio Z, adalah knalpot sering memperdengarkan suara nembak saat gas ditutup. Tak sedikit mekanik menyarankan untuk menaikkan ukuran spuyer di karburator. Terutama pilot jet. Sementara penggantian main jet, cenderung dilakukan ketika dapur pacu sudah di-upgrade.


Tapi sayangnya, spuyer dengan ukuran lebih gede dari standar bawaan motor buat Scorpio tak ada produk ori-nya. Bahkan untuk mencari ukuran standar orisinal saja tidak mudah. Seperti pengakuan Wily V via surat elektronik pada OTOMOTIF.

“Saya mau tanyakan mengenai pilot jet dan main jet untuk motor saya Scorpio. Saya berniat menaikkan ukuran pilot dan main jet-nya. Tetapi ukurannya susah untuk dicari,” tutur Willy. Oh iya, masih kata Wily, bahwa ukuran pilot jet standar Scorpio miliknya adalah 17,5. Sedang main jetnya 112.




Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Yang ia tau, pilot dan main jet motornya tersebut setipe bentuknya dengan punya Yamaha F1ZR dan Suzuki Satria. Tapi pada saat ia mencoba beli pilot jet ukuran 20 punya F1ZR, teryata ketika diperhatikan lubangnya lebih kecil dibanding pilot jet asli Scorpio.

“Mohon bantuannya berapa ukuran yang harus saya pakai jika pakai kepunyaan F1ZR atau Satria yang ukurannya lebih gede dari pilot dan main jet asli bawaan Scorpio. Karena untuk dapat yang asli buat Scorpio, saya tidak menemukannya,” harap Wily pada OTOMOTIF.

Menurut Romi Indarmadi dari bengkel Pendawa Motor di Jl. Mesjid Raya Jati Cempaka, Pondok Gede yang kerap menangani upgrade performa Scorpio, bahwa pilot jet Scorpio memang sama bentuknya dengan Force 1 atau F1ZR (gbr.1). Sedang untuk main jet bisa cari punya Mikuni TM (gbr.2).

“Kalau pilot jet asli Force 1, ukurannya lebih besar dari Scorpio. Ada yang sampai 22,5. Tapi bila yang ditebus adalah produk aftermarket, terkadang besarnya lubang suka tidak sesuai dengan ukuran. Jadi sebaiknya cari spuyer yang asli punya motor lain. Bisa juga pakai spuyer karburator racing kayak Mikuni TM,” saran Romi.

Berbeda dengan pendapat Suar, mekanik Bintang Racing Team (BRT) di Cibinong Jabar. Dari pengalamannya mengoprek mesin Scorpio, ia tidak menemui kendala saat mengaplikasi spuyer aftermarket.

“Waktu itu saya pakai spuyer merek Extreme dan AHRS (gbr.3). Karena menerapkan porting polish, cuma naik pilot jetnya saja 1 step (ukuran 20). Sejauh ini tak ada kendala berarti. Hasil pembakaran terlihat baik kok,” aku Suar.

Memang, lanjut Suar, terkadang kalau dilihat sekilas, besar lubang seperti tidak sesuai dengan ukuran. Tapi untuk memastikan sesuai tidaknya sama kebutuhan mesin, ya harus dijajal dulu.

“Kan bisa dirasakan dari perubahan putaran atau performa mesin, atau bisa dilihat dari hasil pembakaran di busi. Termasuk bila pakai spuyer punya motor lain. Asalkan bentuknya sama dan ukuran yang dicari lebih gede, ya coba jajal dulu. Namanya juga trial and error. Kalau masih belum pas, coba naikkan lagi 1 step,” sarannya.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Thursday, 25 November 2010

Aplikasi Karburator Suzuki Satria FU DI Yamaha Nouvo Z

OTOMOTIFNET - Ada seorang pembaca yang mengeluh soal performa dapur pacu Yamaha Nouvo Z miliknya yang bermasalah. Yakni tarikan motor terasa lambat dan ada gejala mbrebet. Kecurigaan Adhe, sumber masalah datang dari sistem auto choke di karburator yang tidak bekerja dengan baik.

“Saya sempat tanya ke mekanik, katanya Nouvo Z memang ada kelemahan di karburator lantaran menganut sistem cuk otomatis. Beberapa temannya menyarankan untuk mengganti karburator pakai punya Suzuki Satria FU. Apa positif dan negatif penggantian karburator tersebut?” tanya Ade via email.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Oh iya, perlu diketahui terlebih dulu bahwa karburator standar Nouvo Z adalah Mikuni BS25 dengan sistem cuk otomatis. Sementara punya Satria FU adalah Mikuni BS26 dengan sistem cuk model tarik pakai kabel.

Nah, menurut Maman Sugiman, kepala instruktur Hartomo Mechanical Training Center (HMTC) Depok, Jabar, umumnya penggantian karburator berdiamter venturi lebih gede dari standar, bisa memperbaiki atau menambah performa mesin. “Dengan catatan, settingan yang dilakukan pada karburator pengganti itu tepat. Seperti ukuran spuyer, setelan angin dan sebagainya,” terang Boim, sapaan akrabnya.

Namun biasanya penggantian karburator, apalagi yang konstruksinya berlainan kayak punya Satria FU (meski sama-sama tipe BS), butuh ubahan yang tidak sedikit. “Bisa sih bisa, tapi mesti ada beberapa hal yang mesti disesuikan. Antara lain kalau ingin mengaktifkan choke manualnya, mesti tambah mekanisme penarik choke (gbr.1) kayak di Nouvo model lama (Sporty),” ujar Boim.

Selain itu, lantaran diameter luar venturi karburator yang menuju karet intake manifold milik Satria FU lebih besar 3 mm (gbr.2) dari karbu standar (34 mm), maka mau tidak mau mesti memangkas (bubut) sedikit diameter luar venturi tersebut atau menipiskan sedikit diameter dalam karet intake (gbr.3).

Belum cukup sampai di situ, setelah karburator terpasang, giliran memikirkan posisi kabel gas yang terpasang pada karburator. Punya Satria FU, posisi kabel gas pada karburator letaknya di atas sebelah kanan. Sementara bawaan Nouvo/Nouvo Z adanya di samping kiri.

“Kalau pakai karbu Satria FU, mau tak mau mesti cari kabel gas yang ujungnya pakai pipa bengkok (gbr.4). Atau bisa juga diakali pakai selongsong kabel choke punya Nouvo/Nouvo Z sendiri. Itu pun cover dek tengah atas harus dilepas bila tak ingin kabel gas mentok. Agak repot memang,” tukas pria asli Kuningan, Jabar ini.

Masih kata Boim, paling gampang dan tidak butuh ubahan banyak lebih baik pakai saja karbutor Nouvo yang lama (Sporty)."Paling cuma nambah kabel choke dan mekanisme penariknya. Bisa juga choke-nya dinonaktifkan, tapi biar mesin mudah hidup waktu dingin, pilot jetnya ganti yang lebih gede 1 step," tutup pria kelahiran 1982 ini.

Hayo pilih mana?

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Friday, 22 January 2010

Atasi Karburator Vega-R Banjir, Cegah Loyo Plus Kebakaran

OTOMOTIFNET - Karburator merupakan tempat pengabutan bahan bakar dan udara sebelum dialirkan ke ruang bakar. Makanya, alat itu harus bekerja dengan sempurna. Kalau tidak, dijamin besutan ngadat, mulai dari mogok, loyo atau boros bensin.


Penyakit yang juga sering dijumpai, bensin banjir dari knalpot. Seperti dialami Bambang penunggang Yamaha Vega R 2005. “Sepulang kuliah, pas gue tinggal beberapa menit, kecium bau bensin. Eh, ternyata karbunya banjir,” serunya.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Daripada memicu kebakaran, pria muda ini langsung pergi ke bengkel langganannya di Jl. Pengairan, Bintaro, Tangerang. Dengan keluhan itu, Ari Gepenk, mekanik Gmotor, melakukan pengecekan dan sekaligus solusinya.

“Untuk motor yang berumur 1 tahun lebih, penyebab karbu banjir, yaitu peranti itu kotor, saluran pembuangan bensin mampet, atau jarum pelampung yang gak rata alias sudah tajam,” jelas Ari panjang lebar.

Sebelum tunggangan warga Tangerang ini ‘dioperasi’, tentu menyediakan peralatannya; obeng kembang (+), obeng minus (-) dan kunci L-5. Jangan lupa wadahnya, ya!

Pertama buka semua baut bodi atau sayap kiri-kanan pake obeng (+). Lalu, coot baut intake manifold di blok mesin dengan kunci L-5. Lalu buka 4 baut penampung karbu pakai obeng (+).


Gbr 5

Sudah? Sekarang lepas satu per satu peranti pendukung karbu itu, main dan pilot jet pakai obeng min (gbr.1). Dilanjutkan membuka pelampung berikut jarum pelampung dengan mendorong pengganjalnya, lalu copot saluran pembuangan pake obeng (+) (gbr.2).

Untuk memperlancar main dan pilot jet bisa ditiup atau ditusuk di lubang-lubangnya pakai peniti (gbr.3). “Trus! Cek jarum pelampungnya, kalo peranti itu sudah rusak atau tajam (gbr.4), harus diganti baru,” ujar pria banyak akal ini.

Masih kata Gepenk, harga orisinal jarum pelampungnya saja dibanderol Rp 35 ribu, sedang repair kit (gbr.5) merek Fukuyama sekitar Rp 20 ribuan (satu set) dan kalo spare-partnya gak ada, bisa pakai jarum pelampung Honda Grand yang harganya juga sama.

Nah, bila penyakitnya sudah ketahuan, lebih baik segera diganti baru. Daripada memadamkan, kan lebih baik mencegah terjadi kebakaran. Ya, gak?

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Thursday, 21 January 2010

Cuci Ulang Filter Udara, Performa Kembali Lega

OTOMOTIFNET - Komponen ini boleh dibilang mempunyai umur yang bergantung pada keadaan lingkungan sekitar. Kalau dipakai pada rute yang berdebu, tak jarang penggantian akan sering dilakukan.

Sementara pada daerah yang tak berdebu akan diganti dalam jangka waktu lama. Tetapi, kalau ada yang bisa dicuci ulang, tentu filter udara akan tetap lebih hemat, bukan? Bagaimana mencucinya dan ada tips lebih hemat untuk jangka panjang, mau tahu? Baca yaa...

OLI SOKBREKER

Pada umumnya penggantian filter udara dilakukan sekitar 20 ribu kilometer. Melihat jarak tempuh yang normal, boleh dibilang harganya tidak mahal, rata-rata dijual pada kisaran Rp 40-70 ribu rupiah, meski ada produk yang dilego lebih mahal.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Tetapi, ketika penunggang motor kerap melewati jalan berdebu, tentu umur pakainya akan lebih pendek, karena filter tertutup debu yang cukup banyak. Kalau sudah begini, sebaiknya pilih filter yang bisa dicuci ulang.

Beragam filter dijual di pasaran dari yang berharga Rp 70 ribuan, hingga di atas Rp 100 ribu. Daya saringnya bagus, malah ada yang berpendapat bisa meningkatkan tenaga pula, sebagai bonus penggunaan. Tetapi, kesaktiannya ini bisa berkurang kalau penanganannya tidak tepat. Seperti cara pembersihannya.

Setelah beberapa pemakaian, akan tampak filter semakin kotor, performa tunggangan pun berkurang dan konsumsi bensin semakin boros. Kalau sudah begini, perlu dibersihkan, asalkan dibersihkan dengan cara yang benar, tentunya.

Pertama-tama lepaskan filter dari intake menggunakan obeng untuk melonggarkan pengikatnya terlebih dulu (gbr.1). Kemudian pisahkan bagian-bagiannya sehingga hanya tersisa penyaring udara saja.

Lantas, tak perlu pusing untuk mencari bahan pencucinya, cukup mengunakan air dan detergen saja. Sediakan dalam sebuah ember, gunakan detergen secukupnya, lalu celupkan filter ke dalamnya (gbr.2).

Setelah itu bilas menggunakan air bersih (gbr.3), lalu diamkan hingga benar-benar kering. “Jangan ditiup menggunakan angin bertekanan, karena bisa merusak elemennya,” tukas Ade Rahmat dari bengkel OSS, di Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar.

Kemudian, setelah kering oleskan minyak pada elemennya, gunanya sebagai ‘penangkap’ kotoran. Nah, ini dia persoalannya, setelah bersih dan perlu diberi minyak, umumnya minyak khusus penyaring ini dijual dengan harga cukup mahal.

Tetapi ada cara murah, yaitu menggunakan oli encer saja. “Bisa menggunakan oli 10W-40,” tutur Ade, ada lagi yang mengaplikasi dengan melumuri filter dengan minyak sokbreker yang cukup murah, hanya berharga Rp 15-35 ribu saja.

Meski murah, tetap berfungsi sama dengan minyak filter aslinya.

Sumber : ototips.otomotifnet.com