Lacak Penyebab Karburator Sulit Langsam!
Gasingan mesin boleh
dan bisa disebut normal kalau rpm idel nggak terlalu rendah juga
ketinggian. Sehingga saat motor akan dijalankan, mesin nggak gampang
mati atau maunya ngibrit lantaran putarannya kelewat tinggi. Jelas ini
berbahaya buat motor matik yang nggak pakai kopling.
Makanya
untuk mendapatkan putaran mesin langsam yang ideal, rasio campuran udara
dan bahan bakar tepat jadi kunci penentu utama. Sebab jika terlalu
basah, biasanya mesin sulit hidup karena bensin banjir. Gas bakar pun
sulit dipatik oleh api busi.
Sebaliknya jika terlampau irit atau
lebih banyak udara daripada bensin. Putaran mesin maunya tinggi dan
sulit diseting pelan, meskipun sekrup setelan stationer sudah ada di
posisi paling rendah. Bahkan aliran bensin dari tangki lewat slang tidak
ada kendala.
“Putaran mesin tinggi dikarenakan ruang bakar butuh
pasokan bensin yang pas, bukan udara berlebih. Cuma karena memang
minim, hisapan piston saat ke TMB (Titik Mati Bawah) memaksa hingga
menyebabkan putarannya makin tinggi. Itu sebabnya kenapa mesin sulit
dibikin langsam,” ujar Hendra Surya, chip instruktur sekolah mekanik
HMTC alias Hartomo Mechanical Training Centre cabang Surabaya.
Adapun
sebab-musabab mesin sulit dibikin langsam, menurut analisis Hendra
dikarenakan banyak faktor. Tentunya selama aliran bensin dari tangki
lancar alias tidak tersendat. Sebab kalau aliran bensin dari tangki saja
sudah nggak lancar, mesin bagaimana mau hidup normal.
Coba semprotkan cairan ke intake
Komponen pertama yang harus dicek bila mesin sulit langsam
adalah setelan sekrup stationer. Jika posisi piston skep sudah mentok
tapi idel masih juga tinggi, pastikan bensin di bak karbu tak kurang
akibat setelan pelampung terlalu irit.
“Pastikan juga spuyer
pilot-jet di dalam bak tidak tersumbat kotoran atau banyak timbunan
kerak. Pasalnya peranti ini penentu putaran mesin rendah sebelum diambil
alih spuyer main-jet untuk rpm atas. Kalau tersumbat, langsamnya juga
susah,” timpal Hari Novrianto mekanik Harry Motor dari Pondok Kopi.
Itu
kalau masalahnya ada di karburator. Jika tidak, artinya ada bagian
komponen lain yang mesti dilacak untuk cari masalahnya. Bisa dianalisis
dari bagian komponen yang berhubungan dengan karbu dan ruang bakar.
Yang
biasa terjadi kalau intake manifold atau komponen penghubung antara
karburator dengan lubang inlet terjadi kebocoran. Sehingga rasio gas
bakar sedikit terganggu karena ada udara palsu mennyelinap ke ruang
bakar.
Memang agak sulit mengendus adanya kebocoran di sambungan
intake manifold. Apalagi dengan mata telanjang. Sebab tidak ada tanda
atau warna yang bisa dijadikan sebagai indikator.
Pastikan pilot-jet tidak tersumbat sebab rpm naik
“Biasanya mekanik mendeteksinya dengan cara menyemprotkan cairan
karburator cleaner ke sambungan intake saat mesin hidup. Kalau putaran
mesin terdengar turun, artinya intake manifold mengalami kebocoran dan
minta segera diperbaiki,” imbuh Hendra dari Jl. Jagir Wonokromo, No.
100, Komp. Ruko Mangga Dua, Blok. AA1/1, Surabaya.
Selain
sambungan di intake, penyebab lainnya bisa juga dari kebocoran kompresi.
Biasanya paking head tidak menapak dengan baik, terjepit, robek atau
lem sudah tidak kuat merekat. Sehingga mudah terjadi kebocaran. Kalau
benar seperti itu, biasanya mesin bukan cuma sulit diajak langsam lagi,
tapi juga sudah kehilangan tenaga.
Yuk dilacak kalau begitu
Sumber : motorplus-online.com