Pages

google ads

Showing posts with label Bebek. Show all posts
Showing posts with label Bebek. Show all posts

Wednesday, 12 August 2015

Ukuran rantai motor

1. 420 Links :
420-98           : Honda Astrea 800, Kirana
420SB-102    : Honda Revo, dan Blade
420SB-104    : Honda Supra 125, Karisma
420-108         : Kawasaki Athlete, Edge, dan Kaze ZX130 R/VR
420-108         : Yamaha Vega ZR dan New Jupiter-Z
2. 428 Links :

428-98           : Suzuki Shogun 110, Smash. Yamaha Vega, Crypton
428SB-100    : Generasi awal Suzuki New Shogun 125R
428-100         : Suzuki Bravo. Yamaha F1Z-R, dan Jupiter, gl100
428DX-100   : Suzuki Shogun 125-Fi
428-102         : Kawasaki Blitz-R dan Kaze Zone R/VR
428-104         : Yamaha Jupiter-Z, Honda Supra, Supra Fit
428-104         : Suzuki New Smash, Shogun 125, Thunder 125, Tornado
428-106         : Honda Supra Fit New
428-108         : Suzuki A100, honda win, gl max
428-108         : Kawasaki Kaze E/R dan Kymco Cevira
428H-110      : Honda GL Max, Yamaha RX-K, RX-King
428-110         : Yamaha RXS
428-112         : Yamaha Jupiter MX135LC, gl pro,
428H-112      : Honda Mega Pro dan GL- Pro
428-114         : Yamaha YT115
428H-116      : Honda CS-1
428V-118      : Yamaha Scorpio-Z
428HDS-120 : Yamaha V-ixion
428-120         : Suzuki Satria F-150
428H-120      : Kymco Spike
428...-122      : Yamaha NVL
428-122         : Suzuki TS125
428V-124       : Ninja 150 R (produksi lokal)
428H-124      : Honda New Mega Pro, CB150R, Verza, Suzuki RGR150
428...-126      : TVS Apache
428-128         : Suzuki Satria 120
428H-130      : Yamaha Byson
428...-132      : Yamaha R15

 
3. 520 Links :
520V-100       : Thunder 250
520V-104       : Ninja RR, Pulsar200
520V-106       : Honda Tiger
520V-108       : Honda NSR
520V-120       : Honda CBR250

Untuk data kekuatan Rantai Motor Di sini

Tuesday, 4 October 2011

Lacak Penyebab Karburator Sulit Langsam!

Lacak Penyebab Karburator Sulit Langsam!

 
 

Gasingan mesin boleh dan bisa disebut normal kalau  rpm idel nggak terlalu rendah juga ketinggian. Sehingga saat motor akan dijalankan, mesin nggak gampang mati atau maunya ngibrit lantaran putarannya kelewat tinggi. Jelas ini berbahaya buat motor matik yang nggak pakai kopling.

Makanya untuk mendapatkan putaran mesin langsam yang ideal, rasio campuran udara dan bahan bakar tepat jadi kunci penentu utama. Sebab jika terlalu basah, biasanya mesin sulit hidup karena bensin banjir. Gas bakar pun sulit dipatik oleh api busi.

Sebaliknya jika terlampau irit atau lebih banyak udara daripada bensin. Putaran mesin maunya tinggi dan sulit diseting pelan, meskipun sekrup setelan stationer sudah ada di posisi paling rendah. Bahkan aliran bensin dari tangki lewat slang tidak ada kendala.

“Putaran mesin tinggi dikarenakan ruang bakar butuh pasokan bensin yang pas, bukan udara berlebih. Cuma karena memang minim, hisapan piston saat ke TMB (Titik Mati Bawah) memaksa hingga menyebabkan putarannya makin tinggi. Itu sebabnya kenapa mesin sulit dibikin langsam,” ujar Hendra Surya, chip instruktur sekolah mekanik HMTC alias Hartomo Mechanical Training Centre cabang Surabaya.

Adapun sebab-musabab mesin sulit dibikin langsam, menurut analisis Hendra dikarenakan banyak faktor. Tentunya selama aliran bensin dari tangki lancar alias tidak tersendat. Sebab kalau aliran bensin dari tangki saja sudah nggak lancar, mesin bagaimana mau hidup normal.


 Coba semprotkan cairan ke intake
Komponen pertama yang harus dicek bila mesin sulit langsam adalah setelan sekrup stationer. Jika posisi piston skep sudah mentok tapi idel masih juga tinggi, pastikan bensin di bak karbu tak kurang akibat setelan pelampung terlalu irit.

“Pastikan juga spuyer pilot-jet di dalam bak tidak tersumbat kotoran atau banyak timbunan kerak. Pasalnya peranti ini penentu putaran mesin rendah sebelum diambil alih spuyer main-jet untuk rpm atas. Kalau tersumbat, langsamnya juga susah,” timpal Hari Novrianto mekanik Harry Motor dari Pondok Kopi.

Itu kalau masalahnya ada di karburator. Jika tidak, artinya ada bagian komponen lain yang mesti dilacak untuk cari masalahnya. Bisa dianalisis dari bagian komponen yang berhubungan dengan karbu dan ruang bakar.

Yang biasa terjadi kalau intake manifold atau komponen penghubung antara karburator dengan lubang inlet terjadi kebocoran. Sehingga rasio gas bakar sedikit terganggu karena ada udara palsu mennyelinap ke ruang bakar.

Memang agak sulit mengendus adanya kebocoran di sambungan intake manifold. Apalagi dengan mata telanjang. Sebab tidak ada tanda atau warna yang bisa dijadikan sebagai indikator.


 Pastikan pilot-jet tidak tersumbat sebab rpm naik
“Biasanya mekanik mendeteksinya dengan cara menyemprotkan cairan karburator cleaner ke sambungan intake saat mesin hidup. Kalau putaran mesin terdengar turun, artinya intake manifold mengalami kebocoran dan minta segera diperbaiki,” imbuh Hendra dari Jl. Jagir Wonokromo, No. 100, Komp. Ruko Mangga Dua, Blok. AA1/1, Surabaya.

Selain sambungan di intake, penyebab lainnya bisa juga dari kebocoran kompresi. Biasanya paking head tidak menapak dengan baik, terjepit, robek atau lem sudah tidak kuat merekat. Sehingga mudah terjadi kebocaran. Kalau benar seperti itu, biasanya mesin bukan cuma sulit diajak langsam lagi, tapi juga sudah kehilangan tenaga.

Yuk dilacak kalau begitu

 Sumber : motorplus-online.com




Tuesday, 2 March 2010

Upgrade Performa Honda Revo 100, Dongkrak Jadi 110 cc

OTOMOTIFNET - Honda Revo 100 cc, masih jadi favorit mo­tormania. Maklum, selain tampilan­nya sporti, me­sin juga bandel dan irit. Tapi di balik itu, menurut penggunanya mesin yang digendong kurang nendang.

Sebab jika dibanding motor sekelas, mesin Revo paling imut. Tepatnya hanya 97,1 cc, bandingkan dengan pesaing yang berkisar 110 cc.

Namun tenang, buat meningkatkan performa Revo ternyata tak susah. Sudah dibuktikan Noviandi dari bengkel Blaster, di Perumahan Pamulang Permai I Blok B5 No.6, Pamulang, Banten.

Dengan dana tak sampai Rp 1,5 juta, tenaga meningkat 1,1 dk. Lalu torsi naik 2,27 Nm, dan tercapai pada putaran mesin rendah (4.851 rpm), sangat cocok untuk jalan perkotaan yang stop & go atau yang suka akselerasi cepat. Makin gesit cuy…


Piston Kaze, coakan mesti diperdalam

Karburator Honda Win, Dudukan Sama

Koil berkemampuan tinggi menyumbang kenaikan tenaga

Knalpot pilih yang freeflow

Pengukuran tenaga dan torsi pakai dynamometer merek Sport Devices tipe SP1 milik AHRS di Depok, Jabar. Lalu, apa saja ubahan yang dilakukan mekanik biasa disapa Novi ini? Yuk kupas satu per satu.

Blok & Kepala Silinder

Blok silinder dijamah pertama. Mengejar volume makin besar, piston standar digantikan punya Kawasaki Kaze berdiameter 53 mm. Sehingga volumenya kini jadi 109,2 cc.

Pemasangan tak banyak kendala, hanya perlu memperdalam coakan di kepala piston sebanyak 1 mm agar tak benturan dengan klep.

Kepala silinder dibubut 0,8 mm. “Agar kompresi naik, konsekuensinya harus ‘minum’ BBM dengan oktan minimal 92,” terang mekanik ramah ini.

Lubang masuk dan buang diporting dan polish. Klep tetap pakai standarnya, hanya per yang besar diganti pakai milik Suzuki Shogun 125. “Lebih keras untuk mencegah floating,” lanjutnya.

Noken As

Peranti pengatur waktu dan ang­katan buka-tutup klep ini mengalami sedikit modifikasi. “Bagian pantatnya dibubut 1 mm,” papar mekanik yang mantan pembalap ini. Sayang, Novi tak mengukur durasi kem hasil olahannya.

Karburator


Diganti yang berventuri lebih besar. Namun bukan produk aftermarket, Novi lebih memilih milik Honda Win. Selain venturi lebih besar (18 mm), dudukan juga sama, sehingga intake manifold bisa tetap pakai aslinya. Boks filter pun masih terpasang, hanya busanya dilepas biar plong.

Pengapian

Mengalami ubahan cukup banyak. Pertama sistem diubah jadi DC pakai CDI milik Suzuki Shogun 110 yang sudah terkenal andal dan no-limiter. Konsekuensinya sensor pulser di magnet harus diubah seperti milik Shogun.

“Jadi 14 mm,” jawabnya singkat. Arus yang telah diatur CDI selanjutnya diumpankan ke koil merek Blue Thunder.

Knalpot

Salah satu jurus agar tenaga mak­simal adalah dengan memper­lancar aliran gas buang. Caranya, menggunakan knalpot tipe free flow.

Kopling
Perlu dimodifikasi. Pertama, pa­kai per kopling aftermarket yang berkarakter lebih keras. Kedua, mengubah sistemnya jadi manual.

Part dan jasa


Piston, korter +ring
150.000

karburator
150.000

Knalpot 3D1
250.000

CDI
350.000

Per klep
70.000

Per kopling CLD + ubahan manual
150.000

Koil
165.000

Jasa
200.000

Total
1.485.000

Data performa



standar
Upgrade
Kenaikan
Tenaga
7,3 dk / 8.000 rpm
8,4 dk / 7.055 rpm
1,1 dk
Torsi
7,25 nm / 6.000 rpm
9,25 nm / 4.851 rpm
2,27 nm
Blaster
021-92567094



Sumber : ototips.otomotifnet.com

Upgrade Performa Honda Revo 100, Dongkrak Jadi 110 cc

OTOMOTIFNET - Honda Revo 100 cc, masih jadi favorit mo­tormania. Maklum, selain tampilan­nya sporti, me­sin juga bandel dan irit. Tapi di balik itu, menurut penggunanya mesin yang digendong kurang nendang.

Sebab jika dibanding motor sekelas, mesin Revo paling imut. Tepatnya hanya 97,1 cc, bandingkan dengan pesaing yang berkisar 110 cc.

Namun tenang, buat meningkatkan performa Revo ternyata tak susah. Sudah dibuktikan Noviandi dari bengkel Blaster, di Perumahan Pamulang Permai I Blok B5 No.6, Pamulang, Banten.

Dengan dana tak sampai Rp 1,5 juta, tenaga meningkat 1,1 dk. Lalu torsi naik 2,27 Nm, dan tercapai pada putaran mesin rendah (4.851 rpm), sangat cocok untuk jalan perkotaan yang stop & go atau yang suka akselerasi cepat. Makin gesit cuy…


Piston Kaze, coakan mesti diperdalam

Karburator Honda Win, Dudukan Sama

Koil berkemampuan tinggi menyumbang kenaikan tenaga

Knalpot pilih yang freeflow

Pengukuran tenaga dan torsi pakai dynamometer merek Sport Devices tipe SP1 milik AHRS di Depok, Jabar. Lalu, apa saja ubahan yang dilakukan mekanik biasa disapa Novi ini? Yuk kupas satu per satu.

Blok & Kepala Silinder

Blok silinder dijamah pertama. Mengejar volume makin besar, piston standar digantikan punya Kawasaki Kaze berdiameter 53 mm. Sehingga volumenya kini jadi 109,2 cc.

Pemasangan tak banyak kendala, hanya perlu memperdalam coakan di kepala piston sebanyak 1 mm agar tak benturan dengan klep.

Kepala silinder dibubut 0,8 mm. “Agar kompresi naik, konsekuensinya harus ‘minum’ BBM dengan oktan minimal 92,” terang mekanik ramah ini.

Lubang masuk dan buang diporting dan polish. Klep tetap pakai standarnya, hanya per yang besar diganti pakai milik Suzuki Shogun 125. “Lebih keras untuk mencegah floating,” lanjutnya.

Noken As

Peranti pengatur waktu dan ang­katan buka-tutup klep ini mengalami sedikit modifikasi. “Bagian pantatnya dibubut 1 mm,” papar mekanik yang mantan pembalap ini. Sayang, Novi tak mengukur durasi kem hasil olahannya.

Karburator


Diganti yang berventuri lebih besar. Namun bukan produk aftermarket, Novi lebih memilih milik Honda Win. Selain venturi lebih besar (18 mm), dudukan juga sama, sehingga intake manifold bisa tetap pakai aslinya. Boks filter pun masih terpasang, hanya busanya dilepas biar plong.

Pengapian

Mengalami ubahan cukup banyak. Pertama sistem diubah jadi DC pakai CDI milik Suzuki Shogun 110 yang sudah terkenal andal dan no-limiter. Konsekuensinya sensor pulser di magnet harus diubah seperti milik Shogun.

“Jadi 14 mm,” jawabnya singkat. Arus yang telah diatur CDI selanjutnya diumpankan ke koil merek Blue Thunder.

Knalpot

Salah satu jurus agar tenaga mak­simal adalah dengan memper­lancar aliran gas buang. Caranya, menggunakan knalpot tipe free flow.

Kopling
Perlu dimodifikasi. Pertama, pa­kai per kopling aftermarket yang berkarakter lebih keras. Kedua, mengubah sistemnya jadi manual.

Part dan jasa


Piston, korter +ring
150.000

karburator
150.000

Knalpot 3D1
250.000

CDI
350.000

Per klep
70.000

Per kopling CLD + ubahan manual
150.000

Koil
165.000

Jasa
200.000

Total
1.485.000

Data performa



standar
Upgrade
Kenaikan
Tenaga
7,3 dk / 8.000 rpm
8,4 dk / 7.055 rpm
1,1 dk
Torsi
7,25 nm / 6.000 rpm
9,25 nm / 4.851 rpm
2,27 nm
Blaster
021-92567094



Sumber : ototips.otomotifnet.com