Pages

google ads

Showing posts with label Lengan Ayun. Show all posts
Showing posts with label Lengan Ayun. Show all posts

Monday, 27 December 2010

Seabreg Masalah di Lengan Ayun Honda Tiger? Nih Solusinya!

Lengan kiri dan kanan mestinya lurus
Jakarta - Persoalan swing arm Honda Tiger menarik jadi bahasan. Mulai dari lubang adjuster chain yang tertekuk, lalu batang arm kena gesek gir belakang, ada juga posisi ban tidak lurus serta lengan ayun kiri miring sendiri.

Seperti dialami Febri, warga Pekanbaru. Arm kiri Tigernya tergerus putaran gir belakang. Bahkan saking parahnya, putaran gir tadi bisa saja menghantam sisi dalam batang lengan ayun hingga bengkok ke luar.

“Awalnya lubang setelan rantai atau adjuster chain tertekuk ke dalam. Karena sisi sekitar lubang penyok, otomatis posisi rantai jadi tidak lurus. Akibatnya gir menghantam arm,” cerita Febri.


Ban belakang gak lurus dengan sepatbor karena sudah ganti ban tapak lebar
Ada indikasi material lengan ayun enggak siap menahan beban tekan baut as roda pada saat mur dikencangkan.

Apalagi setelah Febri melihat ketebalan pelat yang dipakai sebagai material dasar arm seperti terlalu tipis.

Namun penyebab gir menghantam arm, menurut Bronto Laras alias Bronk, bukan semata karena material arm. Terlebih sampai menyalahkan pengunaan ban yang sudah pakai tapak lebar, hingga batang arm jadi gampang bengkok.

“Bisa jadi kesalahan saat melakukan penyetalan rantai. Karena sering dianggap sepele, beberapa mekanik hanya mengencangkan as roda dengan setelan rantai tanpa tahu patokan dasarnya. Baru ketahuan setelah ada bunyi logam beradu di sekitar lengan ayun,” imbuh mekanik Mandiri Motor dari Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini.

Selain arm dihantam gir, persoalan yang juga pernah dialami pemilik Tiger posisi ban tidak lurus dengan sepatbor belakang. Bahkan dulu, di mailinglist HTML, sampai ada kabar lengan ayun sebelah kiri terlihat miring parah.


Lubang adjuster chain tertekuk ke dalam. Batang arm kena gesek gir belakang
Seperti diutarakan Agus Purwanto yang punya nama identitas Jithing. Katanya lengan ayun Tigi (sebutan Tiger) juga pernah miring ke kiri. Tapi sekarang sudah enggak lagi setelah diperbaiki di bengkel press AHHAS.

Begitu juga dengan apa yang dipaparkan oleh Yunawan Kurnia yang punya nama sebutan Uyunk. Katanya, dia pernah pegang beberapa Tiger dan memang arm sebelah kiri dekok ke dalem. “Awalnya agak khawatir,” ceritanya.

Deni Jaelani alias si Pitung, berani kasih informasi kalau sudah menemukan permasalahan yang ada di Tiger. Dia merasa lengan ayun Tigernya miring ke kiri dan bodi belakang kanan terangkat.

Katanya, pemilik Tiger coba disuruh buka bodi belakang dan lampu belakang. Trus perhatikan baik-baik. Pertama, dua rangka di bawah jok tidak sama (kiri lebih tinggi). Lalu dua rangka pemegang lampu belakang tidak sama (kanan lebih tinggi), dan jarak bos rangka tengah pemegang lengan ayun, yang sebelah kanan lebih pendek 0,2 mm.

Adri Bridjal Hanafi alias Mas Boy mekanik BMS yang juga biasa tangani Tiger mengaku, belum pernah menemui persolan swing arm miring. Justru persoalan yang sering dikeluhkan konsumennya, gir belakang sering bergesek dengan arm.

Penyebabnya selain cara setel rantai yang salah, pemilik Tiger kurang perhatian dalam perawatan seputar panel gir belakang. Sebab jika ring, clip pengunci gir di panel sudah mulai aus, maka putaran sproket tadi jadi tidak stabil.

“Tapi, kalau penyebab ban belakang tidak lurus dengan sepatbor buritan, biasanya lantaran motor sudah ganti ban tapak lebar (di atas 120) dan memaksa posisi arm dimodifikasi. Makanya jadi miring,” imbuh pria yang praktik di Perumahan Sukatani Permai, Cimanggis, Depok.

Kalau penyebab arm kiri miring, baik Mas Boy maupun Bronk mengaku belum pernah dapat keluhan seperti itu. Tapi, kalau memang ada, mereka akan lihat dulu sejarah motor yang dipakai konsumen.

“Jika masih standar, penyebab roda miring bukan dari arm, namun dari rangka. Dulu pernah ada ditemui. Penyebabnya bisa dari beban berlebih atau bisa juga saat proses perjalanan motor dari pabrik. Mungkin bagian belakang yang diikat tali terlalu kuat, makanya jadi ikutan bergeser,” timpal Bronk.

Penyebab lainnya bisa juga dari salah pemasangan sok ukuran tinggi atau part peninggi sokbreker. Sebab proses meninggikan sok sangat berkaitan dengan posisi lengan ayun. Atau bisa juga sering pakai standar samping lantaran standar tengah sudah tidak mampu menyangga ban ukuran besar.

MOTOR Plus coba konfirmasikan masalah Tiger yang lumayan serius ini langsung ke pihak PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai produsen. Jawaban AHM, mereka mengaku belum pernah mendapat informasi perihal lengan ayun miring. Baik produk Tiger keluaran lama maupun versi yang paling baru.

“Tapi, kalau memang ada masalah seperti itu, konsumen disarankan untuk segera datang langsung ke bengkel resmi terdekat. Tentunya agar bisa segera ditangani. Dan informasi ini tentunya juga bisa jadi masukan buat pabrikan,” kata Wedijanto Widarso, Technical Service Divison Haed PT AHM.

“Tapi, kalau memang ada masalah seperti itu, konsumen disarankan untuk segera datang langsung ke bengkel resmi terdekat. Tentunya agar bisa segera ditangani. Dan informasi ini tentunya juga bisa jadi masukan buat pabrikan,” kata Wedijanto Widarso, Technical Service Divison Haed PT AHM. (motorplus.otomotifnet.com)

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Wednesday, 22 December 2010

Lengan Ayun Alternatif Honda Tiger, Lebih Lebar dan Gaya


Jakarta - Lengan ayun aftermarket atau variasi selalu jadi andalan bagi pemilik Honda Tiger. Soalnya ini jadi salah satu trik agar bisa tampil lebih gagah. Juga lantaran bisa pasang ban dengan tapak yang lebih lebar.

"Arm standar Tiger lebarnya terbatas, hanya mampu memanpung ban ukuran maksimal 120," ujar Yoes Santoso dari Insan Motor di Jati Asih, Bekasi.

Sebagai alternatif banyak dipakai arm produk aftermarket yang bisa pasang ban dan pelek lebih lebar. "Tinggal pilih saja mau monosok atau tetap model double shock," ujar Agus Sunyoto alias Kumis yang biasa memproduksi berbagai model lengan ayun untuk Honda Tiger.

Untuk tipe double shock diminati lantaran masih bisa mengandalkan sok bawaan motor. Proses pemasangannya terbilang mudah lantaran sudah dibuat plug and play. "Tinggal lepas arm yang lama kemudian pasang satu set arm baru tadi, bisa dilakukan sendiri kok," promosi Kumis yang buka bengkel di Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Sedangkan tipe monoshock sepertinya lebih diminati pemilik Honda Tiger. Ada berbagai merek dan model ditawarkan. Seperti produk yang ditawarkan bengkel Kumis, ada juga tipe lain yang desiannya disebut banana atau arm pisang. Biasa disebut dengan nama arm supermoto.

Lengan ayun dengan sok tunggal ini dijual berbeda, ada yang satu paket dengan sokbreker ada juga yang tidak. Arm monosok yang dijual ini rata-rata sudah dilengkapi breket dudukan suspensi dan unitrack. Asyiknya arm aftermarket ini bisa dipasang ban lebar sampai 160.

Harga yang ditawarkan bervariasi, untuk arm dobel ditawarkan Rp 600 ribuan. Sedangkan tipe monosok bervariasi, mulai dari Rp 750 untuk arm aja, atau sampai Rp 1,2 jutaan tapi sudah berikut sok tunggalnya.

Lengan ayun aftermarket bukan hanya bisa dipasangi ban lebar. Tapi, dari segi bentuk juga, memang lebih menarik dan tentunya dengan ukuran yang lebih besar. Sehingga dengan begitu dianggap jadi lebih kuat.

Tampil Seperti Moge

Solusi ubahan kaki-kaki dengan tampilan bergaya moge bisa juga mengandalkan lengan ayun kondom. Cara ini untuk menekan biaya lantaran harga part limbah moge yang terus melambung.

Beberapa bengkel modifikasi terima order bikin arm model moge. "Kami buat dari arm standar dan dengan desain lengan ayun yang sudah dibentuk seperti milik moge. Cukup dengan mengandalkan sistem kondom dari bahan pelat besi," ujar Wradoyo dari bengkel G2C, di Cinere, Depok.

Model yang disedikan juga beragam. Tersedia replika Yamaha R6 dan Honda CBR 1000. Atau bisa juga order model khusus sesuai keinginan kalau memang pengin gak mau pakai model yang sama. Lama pengerjaan lengan ayun ini sekitar satu mingguan. Produk ini ditawarkan Rp 1,8 jutaan, banderol itu sudah termasuk biaya pasang dan pengecatan. (motorplus.otomotifnet.com)
Sumber : ototips.otomotifnet.com

Tuesday, 9 November 2010

Yuk, Dandani Kaki-Kaki Scorpio Z

OTOMOTIFNET - Pada tipe tunggangan sejenis, salah satu faktor pembeda adalah modifikasi dan aksesori. Baik sebagai peningkat performa atau sekadar pemanis tampilan. Kaki-kaki, secara universal bisa memberikan perbedaan ini. Mungkin hanya mengganti pelek atau ban saja sudah terlihat lain dibanding ‘teman-teman' lain pada satu varian.

Yamaha Scorpio bisa dibilang sudah memiliki dasar karakter cukup kuat dari segi desain. Menonjolkan sosok macho serta kuat tetapi juga mampu menyiratkan tunggangan dinamis nan lincah.


Pelek plus cakram belakang, mengapa tidak?

Huger arm membalut lengan supermoto

sokbreker adjustable bisa jadi pilihan suspensi

Sproket besar mengubah penampilan dan performa

Tetapi karakter standar tadi masih belum bisa memuaskan beberapa penggunanya. Tentu karena keinginan tampil beda salah satu alasannya. Jadi, agar tak dikatakan standar atau biasa-biasa saja, bisa melakukan modifikasi soal dandanan pada kaki-kaki.

"Sebenarnya dengan kondisi standar bukan tak bisa Scorpio pakai ban 130/60-17," ungkap Marsellus dari KingBee Racing di daerah Puri Kembangan, Jakbar. Nah, dengan modal mengganti pelek dan ban pun sudah bisa terlihat berbeda, bukan?

Apalagi kalau ‘telanjur' mendandani si Kalajengking agar makin menyengat penampilannya. Di pasaran, cukup banyak aksesori yang disediakan untuk Yamaha bermesin 223 cc ini. Misal, setelah mengganti pelek dan ban, bisa juga dilanjut menukar piringan cakram depan lebih besar. Piringan ini dijual di kisaran Rp 350 ribu.

Bahkan, kalau ingin lebih komplet, bisa saja menggamit paket pelek asal Taiwan plus rem cakram belakang seharga Rp 1.250 ribu. Ingin paket terpisah pun bisa, masih tetap mengandalkan pelek asli atau sudah mengganti pelek sendiri, bisa memasang rem cakram belakang ini pada kisaran harga Rp 700 ribu hingga Rp 1,1 juta.

Ingin membuat lengan ayun belakang makin berotot? Bisa juga mengaplikasi arm supermoto misalnya. Lengan ayun ini bisa ditebus seharga Rp 650 ribuan yang bisa plug n play pada si Kalajengking. Malah, ada juga yang sudah melengkapi dengan huger arm yang membungkus lengan ayun supermoto tadi dan bisa ditebus dengan harga Rp 900 ribu.

Namun perlu diperhatikan, jika sudah berpenampilan kekar, sokbreker belakang standar pun bisa diganti yang berkemampuan lebih baik lagi. Cukup banyak di pasaran, salah satunya produk YSS berkisaran harga Rp 600 ribuan.

Pelek-pelek pun bervariasi modelnya, tetapi ukuran lebar 3,5 inci bisa jadi pilihan, seperti Power misalnya. "Pelek Power ini lebarnya 3,5 inci dengan ring 17 bisa menggunakan ban 140/60-17," tutur Dodo dari Dodo Racing di Ciledug Raya, Ciledug, Banten, soal pelek seharga Rp 900 ribu itu.

Jika sudah begini, maka tampilan mewah pun bisa diawali dari bagian bawah.

Sumber : ototips.otomotifnet.com