Pages

google ads

Showing posts with label Magnet. Show all posts
Showing posts with label Magnet. Show all posts

Thursday, 17 March 2011

Utak-Atik Pengapian, Bikin Total Los

Berat lempengan pengganti bisa diatur
Pengapian tanpa magnet atau biasa dibilang total loss. Di Indonesia, pertama muncul di awal tahun 2000-an. Waktu itu dikenalkan oleh Bobeng alias Sugiono dari Purwokerto.
Ketika itu dianggap aneh. Karena motor yang menggunakan CDI umumnya masih sistem AC. Arus listrik buat CDI di suplai dari sepul yang masih AC walaupun dilewatkan kiprok terlebih dahulu.
Namun selanjutnya pangapian sistem CDI muncul di Suzuki Shogun 125, menggunakan arus DC. Sehingga arusnya bisa disuplai dari aki. Meski sepul mati, mesin tetap hidup asalkan setrum aki masih cukup untuk CDI,.
Dari situ sebenarnya imbas magnet bisa tidak dipakai. Apalagi kalau sudah menggunakan magnet bikin berat kerja mesin. Biar putaran enteng, bisa lepas magnet.

Wednesday, 9 March 2011

Otak-Atik Pengapian: Magnet YZ125= Magnet Jupiter?


 Ukuran magnet YZ dan Jupiter sama secara hitungan

Tempo doeloe banyak yang mengandalkan magnet spesial engine (SE) buat roda race atau drag bike. Kebanyakan menggunakan magnet Yamaha YZ. Padahal kalo dipikir, buang-buang uang. Kenapa Om?
Magnet yang dirancang Yamaha,  secara hitungan sama untuk semua tipe motornya. Seperti magnet YZ hitungannya sama dengan magnet Jupiter-Z, Mio dan Vega. Enggak percoyo?
Yuk lihat dimensinya.  Magnet Yamaha Mio, Jupiter maupun Vega, memiliki diameter luar 112 mm.
Sedangkan pick up pulser atau panjang tonjolan di magnet 57,5 mm. Dua ukuran ini berlaku hampir pada semua tipe motor Yamaha yang dipakai harian.
Bisa dibandingkan dengan magnet spesial engine pabrikan Yamaha itu. Yuk lihat magnet YZ yang punya diameter lebih kecil. Kalau diukur menggunakan sigmat sekitar 75 mm. Dimensi kecil untuk mengejar putran ringan, ujung-ujungnya supaya putaran mesin tidak berat.