Pages

google ads

Showing posts with label Injeksi. Show all posts
Showing posts with label Injeksi. Show all posts

Sunday, 14 April 2013

Similar Part Honda BeAT FI dan Honda Scoopy FI, Lihat Kesamaanya!


Bisa dibilang, kalau Honda Scoopy FI memiliki persamaan dari sisi engine dengan Honda BeAT FI. Meskipun, BeAT FI lahir lebih dulu di tahun 2012.

Tentunya, ingin tahu juga dong apa saja persamaan part dari kedua skubek berbeda genre itu. Sehingga, pemilik BeAT FI bisa mencomot komponen milik Scoopy FI. Begitu juga sebaliknya, owner Scoopy FI juga bisa mencomot milik BeAT FI. 
1. KEM + PELATUKKem atawa noken as di kedua skubek ini mengadopsi ADS (Auto Decompresion System) yang berfungsi untuk mempermudah proses starter agar lebih ringan. Dari bentuk, keduanya serupa alias similiar. 

Bahkan, durasi buka-tutup kem yang dimiliki juga idem alias sama. Klep isap akan membuka 5?? sebelum TMA dan akan menutup 30?? setelah TMB??. Sedang klep buang akan membuka 30?? sebelum TMB dan akan menutup -5?? setelah TMA. Persamaan juga terletak di pelatuk klep.

2. PULI + ROLLER
Layaknya BeAT FI, Scoopy injeksi juga dirancang agar memiliki akselerasi yang lebih cepat dari generasi terdahulu. Nah, untuk bagian roller baik itu BeAT FI dan Scoopy FI memiliki kesamaan dengan Honda Vario lama yang mengusung berat roller 13 gram. Rumah roller pun memiliki kode part KVB. 

Pemakaian part ini, mampu memanjakan putaran atas. Sedangkan buat puli belakang, memiliki kesamaan dengan Honda BeAT atau Scoopy generasi awal yang masih usung karburator.

3. SISTEM INJEKSIUntuk menginjeksi bahan bakar ke ruang bakar, keduanya dilengkapi dengan throttle body dengan diameter venturi 22 mm. Persamaan ini juga terletak di bagian injektor yang mengusung model 6 lubang untuk semburkan proses pengabutan di ruang bakar.

Tangki bensin yang dimiliki, memiliki persamaan volume. Yaitu, 3,7 liter. Bensin di tangki, siap dikirim oleh fuel pump dengan tekanan yang juga sama. Ya, 294 kPa atau setara dengan 43 psi. Dua skubek Honda ini juga dilengkapi dengan sensor oksigen alias O2 sensor di head silinder dan TP (Throttle Position) Sensor di throttle body. Begitu juga CKP sensor di magnet. Tapi, untuk timing pengapian, sedikit alami perbedaan advance.

4. BLOK SILINDER + PISTON

Keduanya, mengaplikasi sistem konfigurasi mesin yang sama. Yaitu, SOHC (Single Overhead Camshaft) 2 valve yang dilengkapi dengan bore alias diameter piston 50 mm dengan stroke alias langkah 55 mm. Sehingga menghasilkan volume silinder 108 cc. Rasio kompresi mesin, juga sama. Bermain di 9,2 : 1. 

Layaknya BeAT FI, jumlah sirip-sirip yang terdapat di Scoopy FI juga sama banyaknya. Sehingga bisa membuat mesin lebih adem. So, piston dan blok silinder keduanya bisa saling subsitusi alias tukar pakai tuh.

Sumber : motorplus-online.com

Wednesday, 13 February 2013

Bedah Mesin dan CVT Honda Scoopy Injeksi, Mirip BeAT FI


Sebelumnya telah dibahas lebih jelas perbedaan rangka New Honda Scoopy FI dengan pendahulunya yang masih mengusung karburator, ternyata banyak yang berbeda (klik di sini) . Tidak hanya desain rangka, dari sisi mesin dan penggerak CVT juga berbeda.

ÔÇ£Perlu diketahui kalau basic engine Scoopy FI sama persis dengan BeAT FI, sudah jelas beberapa komponen juga berbeda dengan Scoopy karburator,ÔÇØ buka Handy Hariko, Senior Manager Technical Training Departement Head, PT Astra Honda Motor (AHM).

Mulai dari kepala silinder, Scoopy karburator masih mengandalkan Secondary Air Supply System (SASS). Komponen ini umumnya dipakai pada sepeda motor berteknologi karburator. Fungsinya menyuntikkan oksigen ke jalur pembuangan, sehingga gas CO yang beracun sebagai sisa pembakaran akan berubah menjadi CO2 dan O2. Singkatnya agar gas pembuangan lebih ramah lingkungan.

Nah, karena Scoopy FI sudah mengusung injeksi bahan bakar, maka komponen SASS sudah tidak terpakai lagi. Sebagai gantinya, ada O2 sensor yang terdapat di samping lubang exhaust.
Injeksi step 4 lengkap dengan O2 sensor
Masih di cylinder head, perubahan juga terjadi pada noken as, Scoopy FI dilengkapi Automatic Decompression System (ADS) terbaru. Desain baru komponen ini juga terdapat di BeAT FI. 

Fungsinya membuat ringan ketika menghidupkan mesin saat pakai kick stater maupun elektrik stater. ADS bekerja dengan cara menekan klep buang saat langkah kompresi, sehingga klep buang terbuka sedikit dan kompresi mesin menjadi bocor sehingga proses menghidupkan mesin jadi lebih ringan, terang pria berkulit putih ini.

Karena desain ADS baru otomatis juga terjadi perubahan juga pada bentuk rocker arm atau pelatuk klep. Khusus komponen ini jadi sama persis dengan yang digunakan BeAT FI.

Selanjutnya pada bagian cylinder body atau blok silinder. Jumlah sirip pada blok juga semakin banyak dibanding Scoopy karburator, otomatis sistem pendingin yang masih mengandalkan kipas tidak terlalu berkerja keras. Mesin pun lebih adem.

Perbedaan lain juga terdapat pada sistem penggerak CVT. Scoopy FI menggabungkan beberapa kombinasi dari varian skutik pendahulunya yakni Scoopy karburator dan Vario CW. 
Ini juga untuk memudahkan, apabila spare part tidak tersedia masih bisa mensubtitusi dengan tipe yang lain, jelas pria yang berkantor di Sunter, Jakarta ini.

Bagian movable drive space atau rumah roller dan roller CVT pada Scoopy FI menggunakan komponen Honda Vario. Bisa dilihat dari kode part KVB yang tertera. Spesifikasinya, berat roller standar 13 gram. Komponen ini juga diterapkan di BeAT-Fi. 

Untuk komponen outer clucth dan driven pulley tidak ada perubahan, masih sama dengan Scoopy dan BeAT versi karburator. Kombinasi beberapa komponen diatas mengakibatkan perbedaan juga pada belt, dimensi lebar masih sama 18,5 mm namun untuk panjang sedikit lebih melar jadi 795 mm. 

Sumber : (motorplus-online.com) 

Friday, 8 February 2013

Nih Detail Rangka Baru Scoopy Injeksi, Lebar Karena Bagasi


Secara kasat mata tampilan New Honda Scoopy FI tidak berbeda jauh dengan versi terdahulunya yang masih mengadopsi karburator. Meski sama-sama masih mengusung gaya retro, ternyata perubahan pada frame atau rangka sangat signifikan.

ÔÇ£Frame Scoopy FI berbeda dengan Scoopy lama. Perubahan banyak terjadi pada bagian tengah di bawah jok dan bagasi, karena menyesuaikan bentuk bagasi yang memiliki daya tampung lebih besar,ÔÇØ terang Handy Hariko, Senior Manager Technical Training Departement Head, PT Astra Honda Motor (AHM).

Dengan daya tampung 15,4 liter pada bagasi Scoopy FI, dimensi rangka jadi lebih melebar keluar baik ke kanan maupun ke kiri. ÔÇ£Jarak antar frame pada Scoopy karburator adalah 201 mm sedang pada Scoopy FI menjadi lebih lebar hingga 258 mm,ÔÇØ urai pria ramah ini.

Tapi bila dibandingkan dengan rangka Honda BeAT FI, malah lebih mirip. "Dari segi dimensi, antara Scoopy FI dan BeAT FI sama. Perbedaannya hanya selisih sedikit pada rangka bagian tengah, jika Scoopy FI lebarnya 258mm, sedang pada BeAT FI hanya 253mm,ÔÇØ lanjut Handy Hariko.

Selain kapasitas bagasi yang lebih besar, tangki bahan bakar juga ikut digembungkan. Kapasitas tangki Scoopy sebelumnya hanya menampung 3,5 liter bensin, sedang Scoopy FI kapasitasnya naik menjadi 3,7 liter. 
ÔÇ£Bentuk dan daya tampung tangkin bahan bakar Scoopy FI ini sama persis dengan BeAT-FI,ÔÇØ rinci pria yang berkantor di Sunter, Jakarta ini.

Baik Scoopy karbu maupun Scoopy FI memiliki ukuran pipa rangka yang sama. Pada sisi kanan 20 x 40 mm dan sisi kiri 25 x 40 mm. Sisi kiri sedikit lebih besar karena menyesuaikan kedudukan suspensi belakang.

Karena perbedaan frame, jarak sumbu roda juga berbeda. Scoopy FI sedikit lebih panjang yakni 1.256 mm, sedang Scoopy karburator hanya 1.240 mm. Sedang pada roda tidak ada perbedaaan, sama-sama mengusung pelek ring 14 inci dengan ukuran ban 80/90 pada bagian depan, dan 90/90 di belakang. (motorplus-online.com)

Perbedaan Dimensi
Scoopy 

Panjang: 1844 mm                     
Lebar: 699 mm            
Tinggi: 1070 mm          
Jarak sumbu roda: 1240 mm             
Berat  motor: 94 kg              
Jarak terendah ke tanah: 150 mm    

ScoopyFI

Panjang: 1856 mm
Lebar: 694 mm
Tinggi: 1060 mm
Jarak sumbu roda: 1256 mm
Berat  motor: 96 kg
Jarak terendah ke tanah: 130 mm

Sumber : motorplus-online.com/

Thursday, 7 February 2013

Lampu Projector Honda Scoopy FI, Satu Bohlam Dua Fungsi


Dari banyak fitur baru yang diadopsi New Honda Scoopy FI, salah satu yang menyita perhatian adalah lampu utama menggunakan projector headlight. Ini merupakan terobosan pertama untuk segmen matik di Indonesia.

Dengan lampu jenis ini, dipercaya mampu membuat sorot lampu menjadi semakin terang. Bukan cuma terang, lampu utama pada Scoopy FI juga menjawab kekurangan lampu lampu projector pada umumnya.

"Semua lampu projector ada lensanya. Namun kelemahan lampu projector umumnya, tidak bisa meng-cover lampu untuk jarak dekat dan jauh sekaligus," jelas Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM) 

Pada Honda Scoopy FI ini lampu jauh dan dekat bisa diperoleh dari satu bohlam saja, atau istilahnya Projector tipe Bi-Halogen. Sedang projector kebanyakan, menggunakan dua bohlam, satu untuk lampu jauh dan satu lagi sebagai lampu dekat.

"Pada Scoopy FI, bohlamnya memiliki 2 filamen, untuk lampu jarak dekat hanya menggunakan satu filamen dan langsung nembak lensa. Sedang untuk lampu jauh kedua filamen menyala dan dipantulkan lagi ke reflektor untuk mengakomodir lampu jauh," urai Sarwono Edhi.

Bohlam yang digunakan Scoopy FI ini berjenis HS-1 dengan kapasitas 35 watt, biasanya bohlam ini ditemukan pada sepeda motor jenis sport.

Sumber : (motorplus-online.com)

Friday, 25 January 2013

Bedah Injeksi Honda Verza 150, Step 4 Mirip Supra X 125


O2 sensor ada di lubang buang, ECM dari Keihin
Secara garis besar, teknologi injeksi Honda Verza 150 sama seperti yang digunakan Supra X 125 atau matik seperti Spacy, BeAT dan Vario Techno 125. Honda menggolongkan teknologi injeksinya ini dengan sebutan "step 4".

Perbedaan dengan injeksi yang dipakai CBR250R, PCX150 dan CB150R adalah jumlah sensornya yang lebih ringkas. Pada motor-motor tersebut ada 6 sensor injeksi, tapi di Honda Verza hanya ada 4 sensor saja.

Yaitu, Throttle Position Sensor (TPS), Engine Oil Temperature (EOT), Crankshaft Position (CKP) dan O2 Sensor. Tanpa dilengkapi dengan Manifold Absolute Pressure (MAP) dan Intake Air Temperature (IAT)
Pada sistem injeksi terbaru Honda ini MAP dan IAT ditanggalkan, fungsinya digantikan oleh CKP dan O2 Sensor. "Yang ini lebih advance, ternyata fungsinya bisa disatukan sehingga lebih ringkas," ujar Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor PT Astra Honda Motor (AHM).

Oiya dengan O2 sensor, sistem injeksi Verza 150 ini sudah close loop. Dikatakan sebagai sistem yang tertutup karena bukan hanya input bahan bakar dan udara yang diatur, tapi output pembakarannya juga dipantau dan dijadikan acuan suplai bahan bakar ke ruang bakar. Keuntungannya, emisi gas buangnya jadi lebih bersih.
Throttle Body dilengkapi dengan dua kabel gas, respon lebih cepat
Sedang throttle body-nya memiliki diameter 26 mm, beda dari karburator New MegaPro yang lubang venturinya 28 mm. Throttle body berlabel Keihin ini dilengkapi dengan 2 kabel gas, ada dua kabel gas yang saling tarik menarik sehingga respon putaran selongsong gas lebih cepat dan ringan.

Injektornya memiliki 6 lubang, dan dilengkapi dengan ECM bermerek Keihin juga. Beda dengan Vario Techno 125 dan beberapa sepeda motor injeksi Honda lainnya yang ECM-nya pakai merek Shindengen.

Dilengkapi Bank Angle Sensor 
Layaknya sepeda motor tipe sport yang sudah mengusung teknologi injeksi bahan bakar, motor ini juga dilengkapi dengan Bank Angle Sensor (BAS). "Ketika miring lebih dari 60 derajat ke kanan atau kiri mesin langsung mati," jelas Endro.

Pada sepeda motor sport komponen ini wajib ada. "Ketika jatuh, mesin tetap menyala karena koplingnya tipe manual. Makanya harus punya BAS untuk safety," tutur pria ramah ini.

Punya Kapasitor Bank
Selain itu, komponen lainnya adalah Kapasitor Bank. Fungsinya mengantisipasi ketika aki soak, sistem injeksi bisa tetap hidup dengan arus listrik yang tersimpan di Kapasitor Bank. Fungsinya memang hanya untuk keadaan darurat, bukan berarti boleh enggak cek aki!

Filter Bensin Lebih Simpel
Pada sepeda motor tipe sport Honda, filter bensin yang terletak di fuel pump posisinya ada di bagian luar tangki. "Ketika hendak ganti filter enggak perlu melepas fuel pump di dalam tangki. Cukup dikerjakan dari luar saja," yakin Endro.

Sistem Pengisian 3 Phase
Sistem kelistrikan motor ini juga sudah lebih canggih. Untuk sepeda motor tipe injeksi, altenatornya menggunakan sistem pengisian 3 phase. Arusnya lebih besar dan stabil. Cirinya memiliki 18 kutub.

Sumber : (motorplus-online.com)

Wednesday, 23 January 2013

Bedah Mesin Honda Verza 150, Beda Tipis Dari New MegaPro


Noken as paling banyak berubah
Kalau rangka jauh berbeda, sedang mesin Honda Verza 150 masih banyak miripnya dari New MegaPro. "Basisnya memang sama, tapi ada beberapa perubahan," ungkap Sarwono Edhi, Technical Training Development PT Astra Honda Motor (AHM).

Perubahan paling mendasar adalah pada durasi noken as alias kem-nya."Pada Verza dibuat lebih cepat membuka, ini dilakukan untuk mendapatkan efek akselerasi yang lebih ringan di putaran bawah dan menengahnya," jelas pria ramah yang akrab disapa Edhi ini.

Klep In Verza 150 membuka 10 derajat sebelum titik mati atas (TMA) dan menutup 35 derajat setelah titik mati bawah (TMB), sedang New MegaPro membuka di 5 derajat sebelum TMA dan menutup pada 40 derajat setelah TMB.

Untuk klep buangnya, Verza membuka 35 derajat sebelum TMB dan menutup 5 derajat setelah TMA. Sedang New MegaPro membuka 30 derajat sebelum TMB dan menutup 10 derajat setelah TMA. Kalau dihitung, durasinya sama-sama 225 derajat untuk klep isap dan 220 untuk klep buang.

Komponen lain di dalam kepala silinder juga tetap sama. Klepnya masih menggunakan ukuran 30 mm untuk klep isap dan 26 mm untuk klep buangnya. Panjang klep dan spesifikasi per klep juga sama saja. 
Piston dan klep masih sama
Tapi bagian luar kepala silindernya berubah. Pasalnya ada beberapa sensor untuk injeksi yang menempel di komponen ini. Ada O2 sensor dan Engine Oil Temperature (EOT). Khusus pemasangan O2 sensor mengharuskan sudut lubang buang sedikit digeser, fungsinya agar tidak mentok rangka.

Selain itu, sirip di kepala silindernya juga lebih lebar yang pasti berkontribusi pada pendinginan ruang bakar. Desain tutup kepala silindernya juga memiliki desain yang lebih gagah tapi minimalis tanpa dudukan Secondary Air Suplai System (SASS). Pada Verza 150, SASS tidak lagi diaplikasi karena sudah ada 02 sensor untuk memastikan kadar emisinya baik.

Komponen lainnya tetap sama. Blok silinder, piston dan kruk as juga masih sama. Bahkan kombinasi bore dan stroke 57,3 x 57,8 mm-nya sama persis. Rasio kompresinya juga sama, tetap 9,5:1. 

"Tapi tekanan kompresinya sedikit berbeda. Verza,195 psi sedang New MegaPro hanya 159 psi. Beda karena desain kubah di kepala silindernya sedikit berbeda," jelas Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor PT AHM.
Sirip dan desain tutup kepala silinder terlihat lebih besar
Dengan beberapa perubahan ini, spesifikasinya di atas kertas memang tidak segahar New MegaPro. Powernya hanya 9,72 kW sedang New Mega Rp 10,1 kW keduanya di putaran mesin 8.500 rpm. Sedang torsinya, New MegaPro 12,8 Nm di 6.500 rpm. Sedang Verza 150, 12,7 Nm di putaran mesin yang lebih rendah yaitu 6.000 rpm. Wajar kalau putaran bawahnya terasa lebih ringan.

Perubahan terakhir adalah countershaft as atau as transmisi yang jadi tempat melekatnya gear depan dirancang lebih keluar agar rantai tetap lurus. Punya New MegaPro panjangnya 153 mm, sedang Verza 164,9 mm. Hal ini terjadi karena rangka baru Verza 150 mengharuskan posisi gear dan rantai lebih keluar.

Sedang untuk perbandingan transmisi 5 speed-nya dan perangkat koplingnya semua sama. Pembeda hanya pada final gear. Kalau Verza 150 pakai 14/41, New MegaPro pakai 14/42. 

Beda tipis lah..! 

Sumber : (motorplus-online.com)

Tuesday, 4 October 2011

Motor Injeksi Honda Susi Haram Test Busi



 Bisa terbakar karena tetap menyemburkan bensin
Masih ingat omongan Wedijanto Widarso, saat peluncuran perdana Honda Supra X 125 PGM-Fi alias Honda Susi (Supra Injeksi). Khusus untuk bebek injeksi satu ini, saat servis nggak boleh tes api busi di dekat lubang busi.

Loh, kenapa bisa begitu? Padahal kan tes api busi biasa dilakukan banyak orang saat servis lebih sering dekat ke lubang busi. Sebab selain penampangnya lebih lebar, posisi saat tes busi juga jauh lebih mudah lantaran mengikuti kontur kabel busi.

Ada alasan tersendiri kenapa tes busi motor injeksi nggak boleh dekat lubang busi. “Karena bensin dari tangki tetap akan disemprotkan injeksi saat kunci motor ‘ON’ dan kick atau elektrik starter diaktifkan untuk melihat bunga api bagus atau tidak. Hal itu justru dapat memicu terjadinya kebakaran lantaran gas bakar keluar dari lubang busi,” ucap bapak yang menjabat sebagai Technical Service Division Head dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Beda halnya dengan motor pakai karburator. Saat lakukan tes busi, gas bakar yang masuk belum tentu deras. Nah, biar aman mending motor injeksi segera ganti busi jika memang sudah waktunya harus ganti. Toh hasilnya pasti akan jauh lebih bagus.  

Sumber : motorplus-online.com

Friday, 31 December 2010

Perawatan Motor Injeksi, Menang Waktu Singkat!


Jakarta - Dibanding tipe karburator, motor injeksi sebagai alat penyuplai gas bakar terbukti jauh lebih mudah dalam hal perawatan. Bahkan waktu pengerjaannya pun terbilang singkat. Sehingga buat pemilik motor tipe ini yang aktivitasnya tinggi, sangat diperbolehkan menggunkannya.

Apalagi dalam rangkaian tulisan di sebelah, ongkos perawatan motor injeksi masih setara dengan yang tipe karburator. Di mana proses perawatan tunggangan tipe ini, mekanik diwajibkan untuk memeriksa kebersihan bagian dalamnya serta lubang-lubang alirannya.

Seperti dikatakan Zahid, service advisor DDS Cempaka Putih yang berlokasi di Jl. Raya Cempaka Putih, Jakarta Timur. Untuk tunggangan yang baru aja jalan 500 km, 2.000 km sampai 4.000 km, biasanya motor injeksi hanya lakukan pemeriksaan komponen seperti busi, kerengangan klep, putaran stationer dan bersihkan filter udara setelah 2.000 km hingga selanjutnya.

Sedangkan yang musti diganti setiap servis setelah motor menempuh jarak 1.500~2.000 km adalah pelumasnya saja. Adapun pemeriksaan di luar bagian mesin tiap servis, di antaranya rantai penggerak roda, rem, arah sinar lampu utama, sein dan lampu rem. Ditambah lagi cek kekencangan buat roda maupun bantalan kemudi.

“Tahap pekerjaan itu memang biasa dilakukan mekanik pada umumnya. Cuma bedanya motor injeksi, enggak perlu bongkar-pasang karburator. Belum lagi kalau peranti ini posisinya sangat sulit. Butuh waktu pengerjaan yang lebih lama dari biasanya," lanjut Zahid.

Begitupun jika perjalanan motor injeksi lepas dari angka 4.000 km. Perawatan tetap masih lebih ringan dibanding komponen pengkabut gas bakar konvensional. Meskipun dalam prosesnya dibutuhkan ketelitian pada saat pengecekan per bagian. Sebab, terkadang proses pemeriksaan dibutuhkan keahlihan khusus lantaran butuh alat pendukung bila memang ingin direset atau cek kondisi komponen elektroniknya.

Contoh saat pemeriksaan komponen pada aliran bensin, injektor hingga peranti pendukung injeksi. Dimulai dari pengecekan pompa bensin dengan cara mendengarkan suaradesingannya. Kalau enggak normal, bisa jadi filter pompa bensin kotor.

“Tapi, kalau putaran mesin mulai enggak normal, biasanya injektor minta dibersihkan cairan khusus. Nah, pada saat mengecek soket kabel kelistrikan injeksi dan peranti lainnya biasanya butuh alat pendukung khusus pemeriksaan,” timpal Tono P. kepala mekanik AHHAS Honda Dunia Motor di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Cuma khusus pemeriksaan injektor dan cek alat elektroniknya, lebih baik dilakukan di bengkel resmi yang menyediakan pelayanan itu. Biar tidak salah analisis maksudnya.


Sumber : ototips.otomotifnet.com