Pages

google ads

Showing posts with label Neo. Show all posts
Showing posts with label Neo. Show all posts

Thursday, 23 December 2010

Upgrade CDI Pada TVS Neo X3i, Cukup Untuk Tingkatkan Power

Jakarta - Produk sepeda motor asal India kini gak bisa dipandang sebelah mata. Meski belum lama berkiprah di Tanah Air, performanya cukup teruji dan bisa diandalkan. Salah satunya, TVS Neo X3i. Bebek ini di kancah balap road race mampu menandingi motor-motor buatan Jepang, lo.

Seperti yang ditunjukkan salah satu tim main dealer TVS dari Banjarmasih, Kalsel (PT Budi Bersaudara Makmur) saat kejurnas MotoPrix region IV Juni silam di sirkuit Balipat Binuang. Neo X3i milik tim TVS BMP yang dijoki bocah 16 tahun, M Ismail tersebut mampu menyabet podium 1 dan 2 di kelas MP 6 dan MP 5.


Baru ada CDI BRT untuk perbaiki timing pengapian. Salah satu kabel (cokelat) dari soket tambahan mesti dihubungkan ke jalur setrum di flasher sein.

Itu hanya sebagai gambaran bahwa produk ‘Indiahe’ jangan dipandang remeh. Jadi bagi yang telah menebus motor seharga on the road Rp 11,5 juta untuk Jakarta dan sekitarnya ini, boleh berbangga diri. Karena performa Neo X3i tak kalah dengan produk-produk dari negeri Matahari Terbit.

Memang sih part-part performanya belum begitu banyak. Tapi ada kok beberapa produsen part aftermarket yang sudah menggarap peranti pendongkrak tenaganya. Salah satunya otak pengapian alias CDI. Namun baru ada satu pemain yang sudah bikin CDI racing motor ini, yaitu BRT from Cibinong, Jabar.

“Kami sudah bikin beberapa tipe CDI untuk motor ini. Termasuk tipe programable untuk kepentingan kompetisi,” bilang Heri dari bagian technical service PT Trimentari Niaga, produsen CDI BRT. Tapi bisa juga kok dipakai buat harian. Karena, lanjut Heri, kurva pengapian dasarnya memang disetting untuk mesin standar. Mirip kurva pengapian pada BRT tipe Neo Hyperband single map.

Nah, penasaran kan pengin tau khasiat CDI yang dimaksud Heri? Apakah mampu memperbaiki performa mesin Neo X3i dengan baik atau tidak? Yuk, kita coba buktikan sendiri. CDI BRT yang kami pilih adalah tipe I-Max Remote 16 Step seharga Rp 860 ribu.

Untuk mengukur peningkatan tenaga yang mampu dihasilkan, kami menggunakan mesin dyno test merek Dynojet 250i buatan Amerika. Neo X3i yang dipakai buat objek pengetesan CDI ini jarak tempuhnya masih di bawah 5.000 km dengan bahan bakar Premium. Lalu joki dyno-nya punya berat badan 60 kg (beda bobot joki pasti akan berbeda hasilnya).

Mula-mula kemampuan CDI standar bawaan motor diukur terlebih dulu selama 4 kali run. Hasilnya peak power motor ini terukur sebesar 6,87 dk di putaran 7.300 rpm. Sedang torsi puncaknya mencapai 5,50 lb.ft (7,45 Nm) di putaran yang cukup rendah, yakni di 3.400 rpm. Karakter torsi sperti ini biasa akselerasi di putaran awal akan langsung terasa mengentak.



Lalu CDI diganti pakai BRT I-Max Remote 16 step. Oh iya, jika pakai CDI ini, perlu pakai soket tambahan yang salah satu kabelnya dihubungkan ke jalur listrik (+) di flasher sein yang letaknya di bawah boks bagasi. “Soketnya kami sediakan dalam paket pembelian. Kabel dari soket yang dihubungkan ke kabel setrum di flasher sein warnanya cokelat,” terang Heri.

Hasil pengujian dyno ketika pakai CDI ini, mampu mengerek tenaga maksimum Neo X3i hingga 7,04 dk di putaran 7.700 rpm. Peningkatannya tidak terlalu signifikan memang. Tapi kalau Anda perhatikan grafik dyno-nya, CDI mampu mengoreksi tenaga Neo X3i di 7.300 rpm hingga putaran puncak. Efek yang akan dirasakan, tenaga akan terasa makin ‘ngisi’ di putaran segitu sampai atas.

Sementara torsi maksimumnya di 3.400 rpm agak turun sedikit jadi 5,43 lb.ft (7,36 Nm). Namun di 7.200 rpm, torsinya kembali dikoreksi jadi lebih baik hingga putaran puncak. “Meski peak power-nya enggak naik banyak, tapi power band-nya makin luas. Tenaga di putaran atas jadi lebih baik,” analisa Heri.

Tertarik?
Penulis : DiC | Editor : AZ | Foto : DiC

Wednesday, 15 December 2010

Upgrade Performa TVS NEO X3I


Jakarta - Yuk, kita bahas langkah-langkah upgrade TVS Neo X3i. Kali ini untuk menaikkan performa, tak banyak komponen yang disematkan. Lebih terkonsentrasi pada perbaikan aliran bahan bakar.

Tepatnya dari karbu, kepala silinder sampai knalpot. Tapi hasilnya tak mengecewakan, karena berdasarkan pengukuran pakai dynamometer DYNOmite milik bengkel Ultraspeed Racing di kawasan Ciledug, Tangerang, terjadi kenaikan tenaga 1,13 dk. Saat standar hanya 9,04 dk/7.300 rpm, menjadi 10,17 dk/8.319 rpm.

Sayang torsi puncak sedikit menurun, dari 9,92 Nm jadi 9,73 Nm. Namun karakternya tetap lebih bagus setelah dioprek, karena berdasarkan grafik hasil dyno, nafas di putaran atas terbaca jauh lebih panjang.

Oh iya, ubahan dilakukan oleh kolaborasi Bie Hau dan Aming dari bengkel Mandiri Maju Motor, di Jl. Joglo Raya No.230, Jakbar. Mau tahu detailnya? Yuk simak terus.

KEPALA SILINDER

Menurut Bie Hau, setelah diamati bentuk dan ukuran saluran masuk terlalu kecil dan panjang. Lantaran meskipun pakai klep in 25 mm, namun lubang masuk hanya 18,5 mm. Makanya mekanik yang biasa bikin motor drag ini mengoreksi pakai mata bor tuner. “Dibesarin jadi 20 mm, dan alurnya dibikin lebih lancar biar gas speed makin cepat,” urainya. Sedang lubang exhaust cuma dihalusin. “Diamaternya sudah pas.”


Saluran masuk di-porting & polish, karena standarnya terlalu kecil

KNALPOT

Pelepas gas buang mengandalkan tipe freeflow, tepatnya merek SKR. Karakter knalpot rancangan Misjaya ini memang plong dan mampu menyalurkan gas buang lebih cepat. Pada bagian leher, dibikin lurus dulu ke bawah, baru belok ke belakang. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan arah lubang buang yang memang lurus ke bawah.


Intake manifold pun tak luput dari mata pisau tuner

KARBURATOR

Menyesuaikan ubahan di sektor kepala silinder dan lancarnya gas buang, suplai bahan bakar mesti ditingkatkan. “Setelah dicoba, cukup pilot jet naik 2 tingkat dari 17,5 jadi 22,5, sedang main jet tetap standarnya,” terang Aming sambil bilang pilot jet sama dengan milik Suzuki Shogun.

Data performa :

Standar Upgrade
Kenaikan
Tenaga
9,04 dk/7.300 rpm 10,17 dk/8.319 rpm
1,13 dk
Torsi 9,92 Nm/8.400 rpm
9,73 Nm/6.156 rpm -0,19 Nm

Part dan Jasa :
Knalpot Rp 150.000
Spuyer + Jasa Rp 300.000
Total Rp 450.000

Sumber : ototips.otomotifnet.com