Pages

google ads

Sunday, 12 August 2012

Kekuatan Rantai Motor

TABEL KEKUATAN RANTAI
Tipe..........Tensile Strength/ Uji Tarik (kg)
415 ........................... 1600
420 .......................... 1600
428 .......................... 1750
428H ....................... 2100
520 .......................... 2700

Untuk data tipe rantai motor Di Sini

Sunday, 27 May 2012

Kaskus error

Kaskus sedang error nih. Jadi jika kita mencoba membuka kaskus melalui alamat www.kaskus.us, maka secara otomatis, kita akan mengalami error.
Tapi jangan khawatir, karena kaskus masih bisa diakses melalui www.kaskus.co.id.

Tuesday, 4 October 2011

Rawat Gigi Kabel Spidometer, Perhatikan Pelumasannya



Selain cek laher roda, gigi nanas pemutar kabel spidometer di as roda juga mesti dirawat. Part bermaterial plastik atau besi itu kerap berputar cepat dan bergesek. Jika minim pelumas, akibatnya jarum penunjuk enggak presisi.

Servis gigi nanas sangat mudah. Sebab peranti ini dapat dengan mudah terlihat bila as roda dicopot dari tabung sok.

Nah, jika tampak kering dan tidak ada pelumasan, segera kasih gemuk atau cream pelumas yang tahan panas.

Tapi, kalau banyak kotoran, sebaiknya dicuci dahulu agar tidak timbul abrasi.    

Sumber : motorplus-online.com

Bersihkan Rantai Motor, Cuci Pakai Sabun



Rantai roda vital di motor, harus dijaga kebersihan dari pasir, debu dan air agar dapat berfungsi baik. Jika diabaikan cepat aus, kendur bahkan bisa putus di jalan.

Agar awet, harus dibersihkan juga dilumasi. Namun sebelum memberikan pelumas pada rantai, sebaiknya periksa kondisi rantai itu. Jika kotor, ada baiknya bersihkan rantai lebih dulu.

"Untuk membersihkan rantai, baiknya pakai air sabun dibantu sikat. Cara ini terbilang lebih aman meskipun temponya cukup lama apalagi debunya campur oli," ucap Surtiwa alias Iwa, instruktur sekolah mekanik HMTC Depok, Jl. Raya Tole Iskandar No. 9A, Depok.

Jika kotoran sulit terangkat, atasi dengan bensin atau solar. Contohnya saat membersihkan rantai motor bebek. Seluruh bagian hingga ke celah rantai harus dibersihkan, sekaligus permukaan gir depan maupun belakang. Kalau sudah bersih, diuci air sabun dan dibilas air bersih. Tapi, jangan biarkan terlalu lama dan segera keringkan menggunakan lap kain untuk mencegah karat.

Lanjut semprotkan pelumas secukupnya secara merata. Pakainya oli baru yang punya kekentalan atau SAE 60W dan jangan gunakan gemuk. Karena sifat gemuk yang lengket membuat pasir dan debu mudah menempel hingga menyebabkan abrasif.

Selain kebersihan rantai, periksa dan sesuaikan ketegangan rantai agar tidak memberikan efek entakan saat motor berakselerasi maupun deselerasi. "Rantai kendur juga menimbuklkan suara berisik," lanjut bapak asli Sumedang ini.

Perhatikan juga jenis rantainya motor. Jika memiliki sistem pelumasan tertutup yang tiap mata rantai terdapat sil karet, tidak dianjurkan menggunakan bensin saat pembersihan. Karena merusak karet-karet sil.



Sumber : motorplus-online.com

Motor Injeksi Honda Susi Haram Test Busi



 Bisa terbakar karena tetap menyemburkan bensin
Masih ingat omongan Wedijanto Widarso, saat peluncuran perdana Honda Supra X 125 PGM-Fi alias Honda Susi (Supra Injeksi). Khusus untuk bebek injeksi satu ini, saat servis nggak boleh tes api busi di dekat lubang busi.

Loh, kenapa bisa begitu? Padahal kan tes api busi biasa dilakukan banyak orang saat servis lebih sering dekat ke lubang busi. Sebab selain penampangnya lebih lebar, posisi saat tes busi juga jauh lebih mudah lantaran mengikuti kontur kabel busi.

Ada alasan tersendiri kenapa tes busi motor injeksi nggak boleh dekat lubang busi. “Karena bensin dari tangki tetap akan disemprotkan injeksi saat kunci motor ‘ON’ dan kick atau elektrik starter diaktifkan untuk melihat bunga api bagus atau tidak. Hal itu justru dapat memicu terjadinya kebakaran lantaran gas bakar keluar dari lubang busi,” ucap bapak yang menjabat sebagai Technical Service Division Head dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Beda halnya dengan motor pakai karburator. Saat lakukan tes busi, gas bakar yang masuk belum tentu deras. Nah, biar aman mending motor injeksi segera ganti busi jika memang sudah waktunya harus ganti. Toh hasilnya pasti akan jauh lebih bagus.  

Sumber : motorplus-online.com

Bikin Cover Kipas Suzuki Spin Mudah Cari Top



Cover kipas Suzuki Spin 125 atau tepatnya bagian baut tengah  pengikat kipas, tertutup rapat dengan kisi-kisi pelastik. Bagi mekanik ini menyulitkan atau jadi kurang praktis saat memutar kipas untuk setel klep atau mencari tanda top.

“Beberapa baut cover penutup kipas harus di buka terlebih dahulu, baru kipas bisa diputar dengan kunci. Ini yang bikin enggak praktis, berbeda dengan konstruksi di Yamaha Mio. Bagian tengah cover plastik ada lubang yang agak besar sejajar dengan buat pengunci kipas,” jelas Aris dari bengkel BJ Speed.

Biar proses mencari tanda top di Spin 125 bisa lebih praktis, bagian tengah cover yang menutupi baut pengikat kipas bisa dibuka.

 “Caranya gampang kok! Tinggal potong aja bagian cover plastik ini dengan bantuan tang potong,” lanjut Aris yang buka bengkel di bilangan di kawasan Krukut, Limo, Cinere.   

Sumber : motorplus-online.com

Problem Sliding Sheave Akibat Enggak Semua Asli



 Ganti pin guide harus semua agar aman
Gara-gara salah pasang satu pin guide di secondary fixed sheave, akselarasi Yamaha Mio tersendat dan bersuara kasar. Problem ini dialami matik Yamaha milik Handoko dari Jl. Moh. Khafi II, Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Waktu itu habis ganti secondary sliding sheave lantaran lubang alur pin guide sobek. Bahkan pin guide hilang entah karena terkikis atau terlepas. Makanya harus ganti baru,” ucap pria berkantor di Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan.

Namun masalah timbul lantaran Handoko pasang satu pin guide enggak asli. Padahal, ketiga pin guide yang pasang di secondary fixed sheave harusnya semua asli. Selain dimensi, kualitasnya yang ditawarakan pun pasti lebih baik.

 “Sudah diperingatkan mekanik waktu itu. Jika salah satu pin beda, dalam waktu singkat pasti timbul gejala tersendat. Eh, benar,” kenang bapak 2 anak yang mengaku waktu itu stok pin guide di toko lagi habis.

Diakui Handoko, analisis mekanik ada benarnya. Dimensi diameter pin guide asli dan imitasi sangat mungkin berbeda. Sehingga saat pasang di secondary fixed sheave, pin guide imitasi agak renggang, membuat alurnya tidak presisi saat bergerak di secondary sliding sheave.

“Perbedaan dapat dilihat dari fisiknya selain harga yang ditawarkan. Yang asli abu-abu dan enggak hitam. Bahkan produk asli dijual dalam kemasan khusus dijual harga Rp 15 ribuan/item,” lanjut Handoko. Sedangkan yang imitasi sekitar Rp 25 ribuan, itupun bisa dapat 5 item dalam satu wadah. Pantes...

Sumber : motorplus-online.com