Pages

google ads

Thursday, 11 November 2010

Upgrade Performa Minerva R 150 VX

OTOMOTIFNET - Secara penampilan, Minerva R 150 VX memang sangat sporti. Tak heran jika meraih gelar Best Design di ajang OTOMOTIF Award 2010 (Mr. Testo). Namun secara performa, bagi sebagian penggunanya dianggap masih kurang mantap.

Seperti diungkap Dede dari Bali, katanya larinya kurang kenceng. Ada juga yang mengeluh akselerasi lambat. Padahal menurut hasil tes Mr. Testo lumayan lo, bisa tembus 125 km/jam. Tapi yah, namanya beda rider, pasti beda hasilnya.

Untuk mengobati kekurangpuasan pemakai motor sport 150 cc ini, Mr. Testo coba memberi referensi. Ubahan-ubahan yang bisa dilakukan untuk mendongkrak performanya. Oh iya, kali ini enggak terlalu ekstrem, cukup plug and play.

Nah jika belum puas, bisa dilanjutkan pada ubahan yang lebih advance. Tentu pada edisi-edisi yang akan datang. Makanya pantengin terus tabloid kesayangan Anda ini. Karena kami siap mengantarkan Anda menjadi motormania yang cerdas sekaligus bangga dengan besutan kesayangannya.

Dalam kondisi standar, motor buatan PT Minerva Motor Indonesia (MMI) ini mampu memproduksi tenaga sebesar 13,64 dk/8.374 rpm, torsi 12,84 Nm/6.022 rpm. Pengukuran menggunakan dynamometer DYNAmite milik bengkel Ultra Speed di Jl. H. Mencong, Ciledug, Tangerang.

Setelah dilakukan ubahan oleh Bie Hau, dari bengkel Samudera Jaya Motor yang baru saja pindah ke Jl. Joglo Raya No.230, Jakbar dan diukur ulang, tenaga meningkat menjadi 13,82 dk/8.138 rpm, torsi 13,83 Nm/6.294 rpm.

Terjadi kenaikan tenaga 0,18 dk, sedang torsi 0,99 Nm. Secara angka memang tak terlalu besar. Namun tarikan awal jadi makin mantap, ketika dicoba jadi gampang untuk melakukan wheelie.

Nafas mesin juga terasa lebih panjang, karena terbaca powerband makin luas. Jika standarnya setelah peak power di 8.374 rpm performa langsung turun, setelah dioprek tenaga masih tetap flat hingga 10 ribuan rpm.

Penasaran dengan ubahan yang menghabiskan dana satu jutaan ini? Silakan disimak terus, oh iya tulisan ini sekaligus menjawab pertanyaan dari rekan Mr. Testo, baik lewat email (mr.testo10@gmail.com) atau facebook (Tester Otomotif).


Knalpot freeflow buatan Stanlee, selain performa yahud, penampilan juga ciamik

Koil mengandalkan Protec tipe ground strap, api lebih besar

Per kopling pakai yang lebih kenyal sehingga tak selip lagi

Spuyer naik 2 step untuk mengimbangi knalpot freeflow dan pengapian yang membesar

Knalpot
Menurut Bie Hau, pelepas gas buang bawaan motor terlalu besar hambatannya, sehingga kenaikan putaran mesin (rpm) jadi lambat. Makanya ganti freeflow bikinan Stanlee. “Leher dibikin dari pipa 28 mm, lalu di silencer 38 mm, desainnya dibuat tetap ada turbulensi agar torsi di putaran bawah meningkat, sedang atasnya tetap jalan,” terangnya.

Pengapian
Mendongkrak pengapian, hanya koil yang diganti dengan yang berkemampuan lebih baik. Efeknya tentu saja pembakaran makin bagus. “Mendongkrak performa terutama di putaran bawah,” lanjut mekanik yang sering mengerjakan motor drag ini.

Spuyer
Pembuangan makin lancar, pengapian pun membesar. Untuk mengimbanginya suplai bahan bakar diperbanyak. “Namun cukup pilot jet saja yang naik 2 step jadi 42,” paparnya. Oh iya, bentuknya sama dengan spuyer Honda GL.

Kopling
Satu hal yang terasa saat standar, kopling agak selip. Setelah dianalisa salah satu penyebabnya per kopling terlalu lembek, terasa dari tendangan handel kopling yang lembut. “Memperbaikinya, per diganti lebih kenyal, diameter ulir lebih besar dan jarak antar per renggang,” tutup Bie Hau.

Part dan jasa


Knalpot Stanlee 600.000

Koil Protec 230.000

Per kopling G-force 150.000

Spuyer 150.000

Jasa 75.000

Total 1.080.000

Data performa Standar Upgrade Kenaikan
Tenaga 13,64 dk / 8.374 rpm 13,82 dk / 8.138 rpm 0,18 dk
Torsi 12,64 Nm / 6.022 rpm 13,83 Nm / 6.296 0,99 Nm
Samudera Jaya Motor (SJM) 0816-1976566 / 021-95078288


Sumber : ototips.otomotifnet.com

Tuesday, 9 November 2010

Yuk, Dandani Kaki-Kaki Scorpio Z

OTOMOTIFNET - Pada tipe tunggangan sejenis, salah satu faktor pembeda adalah modifikasi dan aksesori. Baik sebagai peningkat performa atau sekadar pemanis tampilan. Kaki-kaki, secara universal bisa memberikan perbedaan ini. Mungkin hanya mengganti pelek atau ban saja sudah terlihat lain dibanding ‘teman-teman' lain pada satu varian.

Yamaha Scorpio bisa dibilang sudah memiliki dasar karakter cukup kuat dari segi desain. Menonjolkan sosok macho serta kuat tetapi juga mampu menyiratkan tunggangan dinamis nan lincah.


Pelek plus cakram belakang, mengapa tidak?

Huger arm membalut lengan supermoto

sokbreker adjustable bisa jadi pilihan suspensi

Sproket besar mengubah penampilan dan performa

Tetapi karakter standar tadi masih belum bisa memuaskan beberapa penggunanya. Tentu karena keinginan tampil beda salah satu alasannya. Jadi, agar tak dikatakan standar atau biasa-biasa saja, bisa melakukan modifikasi soal dandanan pada kaki-kaki.

"Sebenarnya dengan kondisi standar bukan tak bisa Scorpio pakai ban 130/60-17," ungkap Marsellus dari KingBee Racing di daerah Puri Kembangan, Jakbar. Nah, dengan modal mengganti pelek dan ban pun sudah bisa terlihat berbeda, bukan?

Apalagi kalau ‘telanjur' mendandani si Kalajengking agar makin menyengat penampilannya. Di pasaran, cukup banyak aksesori yang disediakan untuk Yamaha bermesin 223 cc ini. Misal, setelah mengganti pelek dan ban, bisa juga dilanjut menukar piringan cakram depan lebih besar. Piringan ini dijual di kisaran Rp 350 ribu.

Bahkan, kalau ingin lebih komplet, bisa saja menggamit paket pelek asal Taiwan plus rem cakram belakang seharga Rp 1.250 ribu. Ingin paket terpisah pun bisa, masih tetap mengandalkan pelek asli atau sudah mengganti pelek sendiri, bisa memasang rem cakram belakang ini pada kisaran harga Rp 700 ribu hingga Rp 1,1 juta.

Ingin membuat lengan ayun belakang makin berotot? Bisa juga mengaplikasi arm supermoto misalnya. Lengan ayun ini bisa ditebus seharga Rp 650 ribuan yang bisa plug n play pada si Kalajengking. Malah, ada juga yang sudah melengkapi dengan huger arm yang membungkus lengan ayun supermoto tadi dan bisa ditebus dengan harga Rp 900 ribu.

Namun perlu diperhatikan, jika sudah berpenampilan kekar, sokbreker belakang standar pun bisa diganti yang berkemampuan lebih baik lagi. Cukup banyak di pasaran, salah satunya produk YSS berkisaran harga Rp 600 ribuan.

Pelek-pelek pun bervariasi modelnya, tetapi ukuran lebar 3,5 inci bisa jadi pilihan, seperti Power misalnya. "Pelek Power ini lebarnya 3,5 inci dengan ring 17 bisa menggunakan ban 140/60-17," tutur Dodo dari Dodo Racing di Ciledug Raya, Ciledug, Banten, soal pelek seharga Rp 900 ribu itu.

Jika sudah begini, maka tampilan mewah pun bisa diawali dari bagian bawah.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Bore-Up Yamaha V-Ixion? Lebih Hemat Pilih Paket

OTOMOTIFNET - Untuk melakukan pembengkakan kapasitas me­sin, tentu seperti umum­nya motor lain, piston dengan diameter lebih besar bisa dilakukan. Pada Yamaha V-Ixion pun demikian, "Mengganti piston lebih besar pasti meningkatkan tenaga mesin," ujar Juffry Willar dari Mitra2000.

Buat tunggangan yang masih dipakai sehari-hari, tentu ada batasan toleransi agar masih enak digunakan dan nyaman, tentu tidak merepotkan penggunanya. "Bisa menggunakan diameter piston paling besar 61 mm," tuturnya.

Namun, menurutnya, paling ideal sih menggunakan piston diameter 60 mm. "Ada paketnya, komplet set, untuk bore-up V-Ixion," kata Juffry lagi. Seperti paket yang tersedia di gerai Mitra2000 salah satunya.

Sebenarnya paket bore-up ini disiapkan untuk Yamaha Jupiter MX, “Tetapi karena sama persis dengan V-Ixion bisa dipakai juga buat V-Ixion,” ujar Juffry.




Radiator V-Ixion tak perlu ada perubahan

Kampas kopling diganti jika perlu

Oli tetep sama, hanya waktu ganti lebih dekat
Apa saja yang terdapat pada paket itu? Juffry pun menuturkan dengan cukup lengkap. Mulai dari piston dan ring pistonnya, kemudian ada juga pen piston serta blok silinder, tak kurang, gasket pun disediakan juga dalam satu paket ini.

Jadi, sistemnya sama dengan plug n play saja. Tinggal pasang langsung bisa dinyalakan tunggangannya. Untuk paket ini, dilego dengan harga Rp 797 ribu, komplet set! Jika ingin langsung dipasang, tinggal tambah ongkos pasang saja Rp 400 ribu.

Dengan memasang paket bore-up ini, kapasitas mesin pun melonjak jadi 166 cc, cukup jauh bukan? Otomatis tenaganya pun semakin galak. Apalagi, jika dipasangkan knalpot free flow agar saluran gas buang semakin lancar, sesuai dengan gas yang terbakar dalam ruang bakar yang semakin melimpah.

"Knalpot ini (TDR, red) dijual dengan harga Rp 930 ribu," ungkap Juffry. Tetapi, tentu pilihan knalpot lainnya pun bisa diraih dari gerai-gerai aksesori yang menjual knalpot untuk Yamaha V-Ixion.

Ada lagi, peranti yang mungkin perlu diganti baru, yaitu kampas kopling, agar tenaga dari mesin yang meningkat ini bisa tersalurkan dengan baik ke roda belakang. Namun, jika dirasa masih bisa mengimbangi kemampuan mesinnya, kopling ini tak perlu diganti baru.

Lantas, apa sih perlakuan yang perlu diperhatikan penggunanya, ketika tunggangan sudah menambah kapasitas mesin seperti pada V-Ixion ini? "Tentu soal pelumas mesin, sebaiknya lebih cepat diganti, misal jika biasanya diganti sekitar 1.500 km, maka sekarang tiap 1.000 km saja diganti olinya," jelasnya.

Alasannya, dengan kapasitas mesin lebih besar, ruang bakar pun bertambah volumenya, sehingga panas yang dihasilkan dalam ruang bakar pun semakin tinggi, karena itu, penggunaan oli pun menjadi lebih banyak, karena suhunya meningkat.

"Karena mesinnya lebih panas dari biasanya, kalau sudah bore-up," jelasnya. Lalu, bagaimana dengan sistem pendinginan mesinnya? "Radiator dan air radiator tak perlu perlakuan khusus, tetap seperti semula saja," katanya.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Friday, 17 September 2010

Cara Merawat Rem Cakram













Memang saat rem motor tidak memiliki masalah maka perasaan kita pasti akan lebih tenang. Kita jadi bebas melakukan kegiatan sehari-hari ataupun touring bersama rekan-rekan sejawat. Tapi bagaimana jika sistem pengereman pada kendaraan yang akan digunakan mengalami masalah. Sebaiknya jangan paksakan keinginan anda karena hanya akan membuat masalah nantinya.

Agar komponen dari rem bisa bekerja maksimal maka perawatan secara berkala adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Biasanya untuk pengecekan berkala pada sistem pengereman yang menggunakan cakram dilakukan 6 bulan sekali. Pengecekan berkala ini tidak terlalu rumit, bisa dilakukan sendiri di rumah.

Untuk melakukan pengecekan terhadap sistem pengereman yang menggunakan cakram, perangkat yang perlu dipersiapkan adalah obeng min (-), kunci L ukuran 5, kunci pas dan sikat kawat.

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu melepaskan dua baut pada kaliper dengan menggunakan obeng min (-). Karena dibawah baut tersebut terdapat baut L yang berfungsi sebagai baut sliding untuk kampas rem. Lalu lepaskan kaliper dari cakram dengan membuka baut dengan kunci pas.

Setelah kaliper terlepas dari cakram, kemudian lepas juga bracket rem. Jika bracket kering, bisa diberi oli. Bila itu sudah dilakukan maka anda harus memeriksa piston dari kaliper. Apabila terdapat debu pada piston sebaiknya anda bersihkan dengan menggunakan sikat kawat. Setelah bersih maka teteskan oli untuk mempermudah gerakan piston. Tapi perlu diperhatikan bila hal itu sudah dilakukan, lalu cek piston dengan cara menekan piston. Bila masih bisa bekerja maka berarti tidak ada masalah. Tapi bila dengan menggunakan kekuatan tangan sudah sulit bekerja maka terdapat masalah pada kaliper.

Jika kampas rem sudah aus maka secepatnya ganti dengan yang baru agar lebih aman. Jangan lupa untuk mengecek oli rem yang terdapat pada master rem, bila isinya berkurang tambahkan dengan oli rem yang sesuai dengan kendaraan roda dua.

Tuesday, 2 March 2010

Pasang Stabilizer Setang Buat Ninja 250, Fungsi Sekaligus Trendy

OTOMOTIFNET - Banyak cara agar handling motor makin mantap. Salah satunya memasang stabilizer setang (SS). Cara ini jamak dipraktikkan di besutan kencang, agar tak godek saat kecepatan tinggi. Nah, sekarang sudah ada lo yang khusus untuk Kawasaki Ninja 250R.


“Bukan cuma berguna untuk menjaga kestabilan saat kecepatan tinggi, namun bentuknya juga eye catching nan trendi, jadi sekaligus tampil gaya,” ucap Yose Rizal, pembesut Ninja ‘nopek go’ (250,red) keluaran 2009.

Pembuat SS untuk Ninja 250R kini sudah cukup banyak. “Salah satunya merek GPR (gbr.1) yang dibanderol Rp 4,7 juta,” ujar Joddy Ario, yang menjual part tersebut. Lainnya ada merek Kitaco yang dilabeli Rp 2,5 juta.

Pemasangan peranti ini gak susah. Bagi yang doyan bongkar pasang motor bisa melakukan sendiri. Mau tahu caranya? Yuk, kita praktikkan di motor milik pria yang tinggal di daerah Duren Sawit, Jaktim ini.

Pertama siapkan peralatan; kunci L-6, L-5, kunci ring 12 dan kunci sok ukuran 22 mm. Tentu jangan lupa beli SS-nya dulu, hehehe…


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Sudah komplet? Ayo segera dikerjakan! Langkah pertama mencopot setang kemudi kiri dan kanan pake kunci L-6. Lalu buka baut pengikat sokbreker pake kunci ring 12 mm. Trus, lepas baut komstir dengan kunci sok 22.

Sudah? Karena SS ini berbeda dengan jenis lain, tanpa menggunakan as atau tabung. Pemasangannya pun beda, mesti satu demi satu. Dilanjutkan dengan memasukkan dudukan untuk penahan stabilizer yang dikencangkan satu baut ukuran L-5 (gbr.2).


Gbr 5

Gbr 6
Selanjutnya, pasang lagi segitiga atas berikut setangnya. Jangan lupa baut-bautnya dipasang dan dikencangkan. Lalu, pasang penahannya dengan diikat dua baut yang sama (baut L-5) (gbr.3). Lalu, dudukan stabilizer disatukan dengan baut tengah komstir atau segitiga (gbr.4).

Langkah berikutnya, menyatukan stabilizer ke dudukannya dengan mengencangkan dua baut pada peranti itu. Kalo sudah dipasang, kencangkan juga baut penahan stabilizer-nya pake kunci L-5 (gbr.5).

Terakhir setel kekerasan setang kemudi sesuai gaya mengendarai, dengan memutar setelannya. “Ke kiri akan terasa lebih enteng, kalo ke kanan kebalikannya (gbr.6),” tutup mekanik yang buka bengkel di Jl. Jatiwaringin Raya No.1A, Bekasi.

Sumber : ototips.otomotifnet.com

Upgrade Performa Honda Revo 100, Dongkrak Jadi 110 cc

OTOMOTIFNET - Honda Revo 100 cc, masih jadi favorit mo­tormania. Maklum, selain tampilan­nya sporti, me­sin juga bandel dan irit. Tapi di balik itu, menurut penggunanya mesin yang digendong kurang nendang.

Sebab jika dibanding motor sekelas, mesin Revo paling imut. Tepatnya hanya 97,1 cc, bandingkan dengan pesaing yang berkisar 110 cc.

Namun tenang, buat meningkatkan performa Revo ternyata tak susah. Sudah dibuktikan Noviandi dari bengkel Blaster, di Perumahan Pamulang Permai I Blok B5 No.6, Pamulang, Banten.

Dengan dana tak sampai Rp 1,5 juta, tenaga meningkat 1,1 dk. Lalu torsi naik 2,27 Nm, dan tercapai pada putaran mesin rendah (4.851 rpm), sangat cocok untuk jalan perkotaan yang stop & go atau yang suka akselerasi cepat. Makin gesit cuy…


Piston Kaze, coakan mesti diperdalam

Karburator Honda Win, Dudukan Sama

Koil berkemampuan tinggi menyumbang kenaikan tenaga

Knalpot pilih yang freeflow

Pengukuran tenaga dan torsi pakai dynamometer merek Sport Devices tipe SP1 milik AHRS di Depok, Jabar. Lalu, apa saja ubahan yang dilakukan mekanik biasa disapa Novi ini? Yuk kupas satu per satu.

Blok & Kepala Silinder

Blok silinder dijamah pertama. Mengejar volume makin besar, piston standar digantikan punya Kawasaki Kaze berdiameter 53 mm. Sehingga volumenya kini jadi 109,2 cc.

Pemasangan tak banyak kendala, hanya perlu memperdalam coakan di kepala piston sebanyak 1 mm agar tak benturan dengan klep.

Kepala silinder dibubut 0,8 mm. “Agar kompresi naik, konsekuensinya harus ‘minum’ BBM dengan oktan minimal 92,” terang mekanik ramah ini.

Lubang masuk dan buang diporting dan polish. Klep tetap pakai standarnya, hanya per yang besar diganti pakai milik Suzuki Shogun 125. “Lebih keras untuk mencegah floating,” lanjutnya.

Noken As

Peranti pengatur waktu dan ang­katan buka-tutup klep ini mengalami sedikit modifikasi. “Bagian pantatnya dibubut 1 mm,” papar mekanik yang mantan pembalap ini. Sayang, Novi tak mengukur durasi kem hasil olahannya.

Karburator


Diganti yang berventuri lebih besar. Namun bukan produk aftermarket, Novi lebih memilih milik Honda Win. Selain venturi lebih besar (18 mm), dudukan juga sama, sehingga intake manifold bisa tetap pakai aslinya. Boks filter pun masih terpasang, hanya busanya dilepas biar plong.

Pengapian

Mengalami ubahan cukup banyak. Pertama sistem diubah jadi DC pakai CDI milik Suzuki Shogun 110 yang sudah terkenal andal dan no-limiter. Konsekuensinya sensor pulser di magnet harus diubah seperti milik Shogun.

“Jadi 14 mm,” jawabnya singkat. Arus yang telah diatur CDI selanjutnya diumpankan ke koil merek Blue Thunder.

Knalpot

Salah satu jurus agar tenaga mak­simal adalah dengan memper­lancar aliran gas buang. Caranya, menggunakan knalpot tipe free flow.

Kopling
Perlu dimodifikasi. Pertama, pa­kai per kopling aftermarket yang berkarakter lebih keras. Kedua, mengubah sistemnya jadi manual.

Part dan jasa


Piston, korter +ring
150.000

karburator
150.000

Knalpot 3D1
250.000

CDI
350.000

Per klep
70.000

Per kopling CLD + ubahan manual
150.000

Koil
165.000

Jasa
200.000

Total
1.485.000

Data performa



standar
Upgrade
Kenaikan
Tenaga
7,3 dk / 8.000 rpm
8,4 dk / 7.055 rpm
1,1 dk
Torsi
7,25 nm / 6.000 rpm
9,25 nm / 4.851 rpm
2,27 nm
Blaster
021-92567094



Sumber : ototips.otomotifnet.com

Upgrade Performa Honda Revo 100, Dongkrak Jadi 110 cc

OTOMOTIFNET - Honda Revo 100 cc, masih jadi favorit mo­tormania. Maklum, selain tampilan­nya sporti, me­sin juga bandel dan irit. Tapi di balik itu, menurut penggunanya mesin yang digendong kurang nendang.

Sebab jika dibanding motor sekelas, mesin Revo paling imut. Tepatnya hanya 97,1 cc, bandingkan dengan pesaing yang berkisar 110 cc.

Namun tenang, buat meningkatkan performa Revo ternyata tak susah. Sudah dibuktikan Noviandi dari bengkel Blaster, di Perumahan Pamulang Permai I Blok B5 No.6, Pamulang, Banten.

Dengan dana tak sampai Rp 1,5 juta, tenaga meningkat 1,1 dk. Lalu torsi naik 2,27 Nm, dan tercapai pada putaran mesin rendah (4.851 rpm), sangat cocok untuk jalan perkotaan yang stop & go atau yang suka akselerasi cepat. Makin gesit cuy…


Piston Kaze, coakan mesti diperdalam

Karburator Honda Win, Dudukan Sama

Koil berkemampuan tinggi menyumbang kenaikan tenaga

Knalpot pilih yang freeflow

Pengukuran tenaga dan torsi pakai dynamometer merek Sport Devices tipe SP1 milik AHRS di Depok, Jabar. Lalu, apa saja ubahan yang dilakukan mekanik biasa disapa Novi ini? Yuk kupas satu per satu.

Blok & Kepala Silinder

Blok silinder dijamah pertama. Mengejar volume makin besar, piston standar digantikan punya Kawasaki Kaze berdiameter 53 mm. Sehingga volumenya kini jadi 109,2 cc.

Pemasangan tak banyak kendala, hanya perlu memperdalam coakan di kepala piston sebanyak 1 mm agar tak benturan dengan klep.

Kepala silinder dibubut 0,8 mm. “Agar kompresi naik, konsekuensinya harus ‘minum’ BBM dengan oktan minimal 92,” terang mekanik ramah ini.

Lubang masuk dan buang diporting dan polish. Klep tetap pakai standarnya, hanya per yang besar diganti pakai milik Suzuki Shogun 125. “Lebih keras untuk mencegah floating,” lanjutnya.

Noken As

Peranti pengatur waktu dan ang­katan buka-tutup klep ini mengalami sedikit modifikasi. “Bagian pantatnya dibubut 1 mm,” papar mekanik yang mantan pembalap ini. Sayang, Novi tak mengukur durasi kem hasil olahannya.

Karburator


Diganti yang berventuri lebih besar. Namun bukan produk aftermarket, Novi lebih memilih milik Honda Win. Selain venturi lebih besar (18 mm), dudukan juga sama, sehingga intake manifold bisa tetap pakai aslinya. Boks filter pun masih terpasang, hanya busanya dilepas biar plong.

Pengapian

Mengalami ubahan cukup banyak. Pertama sistem diubah jadi DC pakai CDI milik Suzuki Shogun 110 yang sudah terkenal andal dan no-limiter. Konsekuensinya sensor pulser di magnet harus diubah seperti milik Shogun.

“Jadi 14 mm,” jawabnya singkat. Arus yang telah diatur CDI selanjutnya diumpankan ke koil merek Blue Thunder.

Knalpot

Salah satu jurus agar tenaga mak­simal adalah dengan memper­lancar aliran gas buang. Caranya, menggunakan knalpot tipe free flow.

Kopling
Perlu dimodifikasi. Pertama, pa­kai per kopling aftermarket yang berkarakter lebih keras. Kedua, mengubah sistemnya jadi manual.

Part dan jasa


Piston, korter +ring
150.000

karburator
150.000

Knalpot 3D1
250.000

CDI
350.000

Per klep
70.000

Per kopling CLD + ubahan manual
150.000

Koil
165.000

Jasa
200.000

Total
1.485.000

Data performa



standar
Upgrade
Kenaikan
Tenaga
7,3 dk / 8.000 rpm
8,4 dk / 7.055 rpm
1,1 dk
Torsi
7,25 nm / 6.000 rpm
9,25 nm / 4.851 rpm
2,27 nm
Blaster
021-92567094



Sumber : ototips.otomotifnet.com